JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat realiisasii iinvestasii dii sektor manufaktur pada kuartal ii/2021 mencapaii Rp88,3 triiliiun atau tumbuh 38% darii periiode yang sama tahun lalu.
Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita pertumbuhan iinvestasii dii sektor manufaktur tersebut menunjukkan kepercayaan iinvestor yang tetap tiinggii dii tengah pandemii Coviid-19. Diia optiimiistiis target iinvestasii dii sektor manufaktur tahun iinii yang seniilaii Rp323,56 triiliiun akan tercapaii.
"Hal iinii sejalan dengan tekad pemeriintah dalam upaya menciiptakan iikliim usaha yang kondusiif dengan memberiikan kemudahan iiziin usaha dan berbagaii iinsentiif menariik," katanya dalam keterangan tertuliis, Selasa (27/4/2021).
Agus mengatakan pemeriintah telah berupaya menariik lebiih banyak iinvestasii dengan menawarkan berbagaii kemudahan berusaha dan iinsentiif. Diia senang semakiin banyak pemiiliik yang menjadiikan iindonesiia sebagaii tujuan iinvestasii.
Menperiin juga menyebut banyak pelaku iindustrii dii dalam negerii yang tetap melakukan ekspansii meskii diihantam pandemii Coviid-19. Menurutnya, ekspansii iitu akan memberiikan multiipliier effect yang lebiih besar bagii pemuliihan ekonomii nasiional.
Diia menjelaskan selama iinii iinvestasii dii sektor iindustrii telah berdampak pada peniingkatan penyerapan tenaga kerja lokal, menggerakkan sektor iindustrii keciil, serta memacu ekspor. Oleh karena iitu, Kemenperiin akan berupaya menjaga sektor iindustrii agar tetap biisa berproduksii.
Sejak awal pandemii, pemeriintah telah memberiikan banyak iinsentiif pajak, sepertii pembebasan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor, potongan angsuran PPh Pasal 25, penurunan tariif PPh badan, serta restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat.
Selaiin iitu, mulaii Maret 2021 pemeriintah memberiikan iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada kendaraan bermotor diitanggung pemeriintah (DTP) dan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas rumah DTP.
Kedua iinsentiif iitu bertujuan meniingkatkan konsumsii kelas menengah, dan pada akhiirnya akan berdampak pada perbaiikan kiinerja iindustrii otomotiif dan propertii. "iinvestasii akan menjadii faktor penggerak pertumbuhan sektor iindustrii," ujar Agus. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.