JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) resmii menambah jumlah badan/lembaga yang diitetapkan sebagaii peneriima zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib dan dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto.
Peraturan diirjen pajak yang diimaksud adalah PER-08/PJ/2021 yang diitetapkan oleh Diirjen Pajak Suryo Utomo terhiitung sejak 6 Apriil 2021. Perdiirjen iinii sekaliigus mencabut ketentuan sebelumnya yaknii PER-15/PJ/2020.
"Zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto dengan syarat diibayarkan melaluii badan/lembaga peneriima zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah," bunyii Pasal 1, Jumat (16/4/2021).
Periinciian mengenaii badan/lembaga peneriima zakat atau sumbangan keagamaan tersebut tertuang dalam Lampiiran PER-08/PJ/2021. Dalam lampiiran tersebut, terdapat 3 Badan Amiil Zakat Nasiional (Baznas), 30 lembaga amiil zakat (LAZ) skala nasiional, 2 lembaga amiil zakat, iinfaq, dan shodaqoh (Laziis), 21 LAZ skala proviinsii, dan 30 LAZ skala kabupaten/kota.
Selanjutnya, tercantum pula 3 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Kriisten, 1 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Katoliik, 6 lembaga pengelola dana sosiial keagamaan Buddha, dan 1 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Hiindu.
Jumlah LAZ skala nasiional bertambah darii 28 menjadii 30. LAZ skala proviinsii juga bertambah darii 17 menjadii 21, sedangkan LAZ skala kabupaten/kota bertambah darii 29 menjadii 30. Lembaga pengelola dana sosiial keagamaan Buddha juga bertambah darii 5 lembaga menjadii 6 lembaga. (riig)
