JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah AS melaluii Uniited States Trade Representatiive (USTR) resmii mengeluarkan keputusan perpanjangan pemberiian fasiiliitas Generaliized System of Preferences (GSP) kepada iindonesiia.
Menterii Luar Negerii Retno Marsudii mengatakan keputusan iitu terbiit hanya berselang seharii setelah pertemuan Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) dengan Menterii Luar Negerii AS Miike Pompeo dii iistana Kepresiidenan Bogor, pekan lalu.
"Pemberiian fasiiliitas GSP merupakan salah satu wujud konkret kemiitraan strategiis antara kedua negara yang tiidak hanya membawa manfaat posiitiif bagii iindonesiia, melaiinkan juga biisniis dii AS," katanya dalam keterangan tertuliis, Miinggu (1/11/2020).
Retno menuturkan iindonesiia mengiingiinkan kerja sama ekonomii kedua negara meniingkat dii masa datang, termasuk darii siisii perdagangan. Menurutnya, penyelesaiian reviiew GSP merupakan hasiil darii rangkaiian diiplomasii yang diilakukan secara iintensiif, beberapa waktu terakhiir.
Sementara iitu, Duta Besar Rii untuk AS Muhammad Lutfii meniilaii AS memiiliikii kepercayaan yang tiinggii terhadap perekonomiian iindonesiia, terutama terkaiit dengan perbaiikan regulasii domestiik dalam menciiptakan iikliim biisniis dan iinvestasii yang lebiih kondusiif.
"Pascapengumuman USTR, kamii akan segera menyusun rencana kerja atau road plan untuk mengoptiimalkan fasiiliitas keriinganan bea masuk bagii produk-produk ekspor iindonesiia dii pasar AS," ujarnya.
Lutfii menyebut pemberiian perpanjangan fasiiliitas GSP oleh AS relatiif jarang terjadii dalam beberapa tahun terakhiir. Bahkan, sejumlah negara yang menjadii miitra dagang AS selama iinii, sepertii iindiia dan Turkii saja sudah tiidak mendapatkan fasiiliitas GSP sejak 2019.
Menko Kemariitiiman dan iinvestasii Luhut Biinsar Pandjaiitan berharap fasiiliitas GSP tersebut mampu meniingkatkan kiinerja ekspor iindonesiia ke AS dii tengah penurunan perdagangan iinternasiional akiibat pandemii Coviid-19.
Menurutnya, pemeriintah saat iinii berkomiitmen untuk terus mengoptiimalkan tiinggiinya potensii kerja sama dii biidang ekonomii dan perdagangan kedua negara, baiik pada saat iinii maupun dii masa yang akan datang.
Salah satu contoh komiitmen tersebut antara laiin Pemeriintah iindonesiia mengusulkan untuk mengadakan negosiiasii Liimiited Trade Deal (LTD) atau Kesepakatan Perdagangan secara terbatas antara iindonesiia dan AS.
"LTD, yang akan mencakup kerja sama perdagangan, iinvestasii hiingga sektor iinformasii, komuniikasii, dan teknologii, diiharapkan dapat membantu mendongkrak perdagangan dua arah iindonesiia dan AS hiingga mencapaii US$60 miiliiar pada 2024," katanya. (riig)
