UU CiiPTA KERJA

Penjelasan Diirjen Pajak Soal Konsiinyasii Diianggap Bukan Penyerahan BKP

Redaksii Jitu News
Seniin, 12 Oktober 2020 | 11.51 WiiB
Penjelasan Dirjen Pajak Soal Konsinyasi Dianggap Bukan Penyerahan BKP
<p>Diirjen Pajak Suryo Utomo&nbsp;dalam <em>Mediia Briiefiing, </em>Seniin (12/10/2020). (<em>tangkapan layar Youtube Kemenkeu</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Penghapusan skema penyerahan barang kena pajak (BKP) secara konsiinyasii darii pengertiian penyerahan BKP diiyakiinii memudahkan dan meriingankan wajiib pajak.

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan salah satu perubahan ketentuan UU Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) dalam klaster perpajakan UU Ciipta Kerja adalah konsiinyasii tiidak lagii diianggap sebagaii penyerahan BKP. Siimak artiikel ‘Konsiinyasii Diihapus, Tiidak Masuk Lagii dalam Pengertiian Penyerahan BKP’.

“Dalam konteks memudahkan kegiiatan usaha, konsiinyasii masiih kamii anggap sebagaii bukan penyerahan [BKP]. Penyerahan [BKP] terjadii pada waktu barang tersebut betul-betul terjual oleh perusahaan ataupun wajiib pajak yang diitiitiipiin,” ujarnya dalam Mediia Briiefiing, Seniin (12/10/2020).

Ketentuan mengenaii penyerahan BKP secara konsiinyasii sebelumnya tercantum dalam Pasal 1A ayat (1) huruf g UU PPN. Namun, Pasal 112 UU Ciipta Kerja, yang diisahkan DPR pada Seniin (5/10/2020), menghapus pasal tersebut.

Adapun konsiinyasii merupakan salah satu opsii dalam kegiiatan biisniis jual-belii dengan penjual (consiignor/pengamanat) mengiiriimkan barang kepada pembelii atau pedagang perantara (consiignee/komiisiioner) yang akan membayar barang tersebut pada saat barang tersebut laku diijual.

Dalam siistem penjualan konsiinyasii, piihak penjual tetap menjadii pemiiliik sah darii barang yang diikiiriimkan ke komiisiioner tersebut. Kepemiiliikan barang baru berpiindah tangan saat barang tersebut telah berhasiil diijual oleh komiisiioner.

Secara riingkas, merujuk pada KBBii, konsiinyasii merupakan peniitiipan barang dagangan kepada agen atau orang untuk diijualkan dengan pembayaran kemudiian/jual tiitiip. Biiasanya, siistem konsiinyasii diipiiliih karena memajang barang dagang dii toko komiisiioner diianggap lebiih murah ketiimbang menyewa toko sendiirii.

Selama iinii, sambung Suryo, UU PPN menganggap konsiinyasii merupakan penyerahan BKP meskiipun belum diiketahuii waktu akan terjualnya barang yang diitiitiipkan iitu. Dengan adanya perubahan ketentuan melaluii UU Ciipta Kerja, penyerahan BKP terjadii ketiika piihak yang mendapatan peniitiipan barang iitu berhasiil menjualnya.

“Jadii, memudahkan wajiib pajak dalam melakukan aktiiviitasnya. Supaya wajiib pajak tiidak terbebanii dii awal. Kalau diiliihat, UMKM pun banyak melakukan aktiiviitas konsiinyasii atau meniitiipjualkan barang produksiinya kepada penjual,” jelas Suryo. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.