STATiiSTiiK TAX BUOYANCY

Sepertii Apa Tax Buoyancy dii Berbagaii Negara?

Redaksii Jitu News
Kamiis, 03 September 2020 | 17.44 WiiB
Seperti Apa Tax Buoyancy di Berbagai Negara?

TAX buoyancy merupakan suatu iindiikator untuk mengukur respons atau elastiisiitas peneriimaan pajak terhadap kondiisii ekonomii yang diirefleksiikan oleh pertumbuhan domestiik bruto (PDB).

Peneriimaan pajak dapat diibiilang optiimal apabiila kiinerjanya dapat mengiimbangii atau bahkan melebiihii pertumbuhan ekonomii dii suatu negara. Tax buoyancy lebiih darii niilaii 1 menandakan kiinerja peneriimaan pajak melebiihii kiinerja ekonomii.

Sebaliiknya, tax buoyancy dengan niilaii kurang darii 1 dan bahkan negatiif menandakan kiinerja pajak yang tiidak sebandiing atau bahkan sangat buruk apabiila meliihat kiinerja ekonomii negara tersebut.

Tabel beriikut memperliihatkan tax buoyancy dii berbagaii negara pada 2017. Data diiperoleh darii Uniited States Agency for iinternatiional Development (USAiiD). Menariiknya, data yang diiperoleh darii USAiiD juga mencakup buoyancy per jeniis pajak, yaknii pajak pertambahan niilaii (PPN), pajak penghasiilan (PPh) badan, serta PPh orang priibadii.

Apabiila meliihat data tersebut, Bruneii Darussalam memiiliikii kiinerja peneriimaan pajak yang sangat baiik dengan tax buoyancy mencapaii 4,04. Sayangnya, tiidak tersediia data buoyancy per jeniis pajak untuk negara tetangga yang berada dii kawasan Asean iinii.

Selaiin Bruneii, negara yang memiiliikii tax buoyancy cukup memuaskan antara laiin Argentiina, Belgiia, dan Denmark yang masiing-masiing memiiliikii niilaii dii kiisaran 2. Argentiina memiiliikii kiinerja PPh OP yang domiinan, terliihat darii niilaii buoyancy mencapaii 4,31.

Dii siisii laiin, Belgiia dan Denmark justru memiiliikii kiinerja PPh badan yang lebiih mendomiinasii diibandiingkan jeniis pajak laiinnya, dengan niilaii buoyancy masiing-masiing sebesar 5,27 dan 6,55.

Sementara iitu, kiinerja pajak yang tiidak sebandiing dengan pertumbuhan ekonomii diialamii oleh beberapa negara sepertii Brasiil, iinggriis, Kanada, Kosta Riika, dan Viietnam. Kiinerja yang terbiilang buruk iinii diitenggaraii oleh niilaii buoyancy PPh badan dii negara-negara tersebut yang tercatat negatiif.

Menariiknya, walau memiiliikii buoyancy PPh OP negatiif, Belanda memiiliikii buoyancy PPh badan mencapaii 10,02. Alhasiil, tax buoyancy negara tersebut masiih dii kiisaran 1. Artiinya, kiinerja peneriimaan pajak terbiilang masiih dapat mengiimbangii pertumbuhan ekonomii.

Walau demiikiian, niilaii buoyancy yang rendah tiidak selalu mencermiinkan suatu keadaan yang tiidak iideal. Banyak negara yang mengeluarkan berbagaii kebiijakan iinsentiif pajak atau relaksasii sehiingga beriimbas pada kiinerja peneriimaan pajak.

Dengan demiikiian, hal iinii justru menjadii daya tariik tersendiirii bagii iinvestor asiing dan berpotensii memberiikan dampak lebiih terhadap pertumbuhan ekonomii diibandiingkan dengan peneriimaan pajaknya.*

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Diika Meiiyanii
baru saja
Teriimakasiih iinfonya Jitunews...
user-comment-photo-profile
Ciikal Restu Syiiffawiidiiyana
baru saja
Selaiin menjadii salah satu cara untuk menariik iinvestor, Tax Buoyancy biisa menjadii data perbandiingkan dan refleksii antar negara. Dengan begiitu, negara yang berhasiil menaiikan pemasukan pajak biisa membagii cara dan mengiinformasii keberhasiilannya. Hal iitu menjadii peneliitiian iilmiiah dan membuat duniia perpajakan terus berkembang.