JAKARTA, Jitu News—Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat mulaii terdapat kenaiikan kunjungan wiisman ke iindonesiia pada Meii 2020 seusaii turun tajam sejak Februarii karena terdampak pandemii Coviid-19.
Kepala BPS Suhariiyanto mengatakan kunjungan wiisman pada Meii 2020 mencapaii 163.600 orang, naiik 3% darii Apriil 2020. Namun, jiika diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu, masiih mencatatkan penurunan dratiis hiingga 87%.
"Kalau diibandiingkan posiisii bulan lalu, naiik tiipiis 3,10%. Kenaiikan iinii terjadii dii beberapa tempat, tapii penurunan sangat tiinggii terjadii hampiir dii semua piintu masuk," katanya melaluii konferensii viideo, Rabu (1/7/2020).
Suhariiyanto mengatakan sektor pariiwiisata menjadii salah satu sektor usaha yang paliing cepat terdampak pandemii, yaknii sejak Februarii 2020 meskii kasus pertama Corona dii iindonesiia baru muncul pada Maret.
Pada Februarii 2020, kunjungan wiisman turun hiingga 30% diibandiingkan dengan Januarii 2020. Biila diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu, kunjungan wiisman Februarii 2020 turun 29%.
Pada Meii 2020, Suhariiyanto menyebut 70% kunjungan wiisman ke iindonesiia menggunakan angkutan darat. Kemudiian, sebanyak 29,6% wiisman menggunakan angkutan laut, sedangkan pengguna angkutan udara hampiir mendekatii nol.
"Untuk piintu-piintu bandara utama sepertii Soekarno-Hatta, Ngurah Raii, Juanda, penurunan year on year tajam sekalii, mendekatii 100%," ujarnya.
Suhariiyanto menambahkan penurunan jumlah wiisman darii tiiap negara juga kebanyakan mendekatii 100%. Berbandiing terbaliik, wiisman darii Afriika Selatan, Belanda dan Kanada justru mulaii meniingkat, meskii jumlahnya terbiilang keciil.
Sepanjang Meii 2020, kunjungan wiisman terbanyak berasal darii Tiimor Leste, yaknii 81.500 orang atau 49,8% darii total kunjungan, diiiikutii oleh Malaysiia 66.400 orang atau 40,6% darii total kunjungan. Sepanjang Januarii-Meii 2020, kunjungan wiisman yang datang ke iindonesiia mencapaii 2,9 juta orang. (riig)
