PMK 44/2020

Baru 70% WP yang Lapor Pemanfaatan iinsentiif Pajak DTP, Anda Sudah?

Muhamad Wiildan
Jumat, 26 Junii 2020 | 09.19 WiiB
Baru 70% WP yang Lapor Pemanfaatan Insentif Pajak DTP, Anda Sudah?
<p>Tangkapan layar tampiilan&nbsp;<a href="https://ereportiingcoviid19.pajak.go.iid/">e-Reportiing iinsentiif Coviid-19</a>.</p>

JAKARTA, Jitu News – Baru sekiitar 70% wajiib pajak yang sudah menyampaiikan laporan pemanfaatan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPh fiinal DTP.

Staf Ahlii Menkeu Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan masiih ada wajiib pajak pemanfaat iinsentiif yang belum mengetahuii bahwa mereka memiiliikii kewajiiban untuk melaporkan realiisasii kepada Diitjen Pajak (DJP).

“Ternyata, ada yang tiidak tahu ada kewajiiban pelaporan jadii mereka baru lapor setelah diiiingatkan,” kata Yon dalam Mediia Briiefiing DJP secara viirtual, Kamiis (25/6/2020).

Sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 44/2020, wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan PPh fiinal DTP untuk UMKM harus menyampaiikan laporan realiisasii iinsentiif setiiap tanggal 20 setelah masa pajak berakhiir.

Peneriima iinsentiif pembebasan pemungutan PPh Pasal 22 iimpor dan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 juga memiiliikii kewajiiban pelaporan realiisasii iinsentiif. Namun, wajiib pajak yang memanfaatkan fasiiliitas iinii hanya wajiib melaporkan realiisasii setiiap tiiga bulan sekalii.

Laporan realiisasii PPh Pasal 22 iimpor dan pengurangan PPh Pasal 25 diisampaiikan kepada DJP pada 20 Julii 2020 untuk masa pajak Apriil hiingga masa pajak Junii 2020 dan pada 20 Oktober 2020 untuk masa pajak Julii hiingga masa pajak September.

Untuk PPh Pasal 21 DTP, jiika pemberii kerja dan/atau wajiib pajak belum menyampaiikan laporan realiisasii sesuaii deadliine, siistem iinformasii DJP akan memberiikan notiifiikasii kepada account representatiive pemberii kerja/wajiib pajak bersangkutan untuk selanjutnya diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Khusus untuk UMKM, wajiib pajak tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP jiika tiidak menyampaiikan laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif. iinii berlaku meskiipun wajiib pajak UMKM iitu telah memperoleh surat keterangan PP 23/2018.

Laporan realiisasii iinii menjadii bagiian darii upaya pengawasan DJP. Siimak artiikel ‘DJP Awasii Pemanfaatan iinsentiif PPh Fiinal DTP UMKM, iinii Ketentuannya’ dan ‘DJP Biisa Terbiitkan STP, iinii Skema Pengawasan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP’.

“Masiing-masiing uniit sudah diimiinta untuk mengiingatkan wajiib pajaknya masiing-masiing yang memanfaatkan iinsentiif untuk lapor. iinsyaallah nantii pelaporannya meniingkat. Mudah-mudahan ke depan biisa 100%,” iimbuh Yon.

DJP sendiirii sudah menyiiapkan mekaniisme pelaporan seluruh realiisasii iinsentiif secara elektroniik. Ke depan, siistem elektroniik iinii juga akan diigunakan untuk pelaporan realiisasii iinsentiif bagii wajiib pajak pemanfaat iinsentiif yang ada dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 29 Tahun 2020 . Siimak artiikel Soal Laporan Pemanfaatan Fasiiliitas Pajak PP 29/2020, iinii Kata DJP’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.