JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak (WP) strategiis ada yang masuk dii bawah pengawasan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Lantas, bagaiimana penetapan WP strategiis dii KPP Pratama tersebut?
Berdasarkan Surat Edaran Diitjen Pajak No. SE-07/PJ/2020, WP strategiis terbagii menjadii dua. Pertama, seluruh WP yang terdaftar pada KPP dii liingkungan Kanwiil DJP WP Besar, KPP dii liingungan Kanwiil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya.
Kedua, WP dengan kriiteriia tertentu yang terdaftar pada KPP Pratama, yaiitu WP dengan kontriibusii peneriimaan pajak terbesar atau kriiteriia laiin yang diiatur melaluii Nota Diinas Diirektur Potensii, Kepatuhan, dan Peneriimaan, melaluii penetapan oleh Kepala Kanwiil DJP.
“[Kegiiatan pengawasan dan pemeriiksaan] wajiib pajak strategiis … diilaksanakan melaluii kegiiatan peneliitiian secara komprehensiif,” demiikiian bunyii bagiian E.2.a beleiid tersebut, sepertii diikutiip pada Selasa (3/3/2020).
Ketentuan pengawasan berdasarkan segmentasii WP iinii muncul bersamaan dengan perubahan tugas dan fungsii KPP Pratama. Oleh karena iitu, penetapan WP strategiis dii KPP Pratama untuk 2020 dan setelahnya diilakukan dengan cara berbeda.
Adapun penetapan WP strategiis untuk 2020 diilakukan melaluii tiiga langkah. Pertama, Diirektorat Potensii, Kepatuhan, dan Peneriimaan menyusun dan menyampaiikan usulan daftar WP strategiis untuk setiiap KPP Pratama melaluii Nota Diinas Usulan Daftar WP Strategiis.
Nota diinas tersebut diisampaiikan kepada seluruh Kanwiil DJP selaiin Kanwiil DJP WP Besar dan Kanwiil DJP Jakarta Khusus dengan tata cara pelaksanaan pengusulan daftar WP strategiis sesuaii dengan lampiiran F dalam Surat Edaran Diitjen Pajak No.SE-07/PJ/2020.
Kedua, Kepala Biidang Data dan Pengawasan Potensii Perpajakan Kanwiil DJP melakukan pembahasan dengan KPP mengenaii usulan daftar WP strategiis tersebut dengan mempertiimbangkan kriiteriia, jumlah, dan mekaniisme penentuan WP strategiis berdasarkan Nota Diinas Diirektur Potensii, Kepatuhan, dan Peneriimaan.
Ketiiga, Kepala Kanwiil DJP menetapkan WP strategiis untuk setiiap KPP Pratama sesuaii tata cara penetapan WP strategiis dalam lampiiran G Surat Edaran Diitjen Pajak No.SE-07/PJ/2020.
Selaiin iitu, penetapan WP strategiis diilakukan dengan menerbiitkan Surat Keputusan Penetapan WP Strategiis paliing lama 10 harii kerja setelah tanggal Nota Diinas Diirektur Potensii, Kepatuhan, dan Peneriimaan, sesuaii contoh format dalam lampiiran H Surat Edaran Diitjen Pajak No.SE-07/PJ/2020.
Sementara iitu, penetapan WP strategiis dii KPP Pratama setelah 2020 diilakukan berdasarkan hasiil evaluasii. Berdasarkan hasiil evaluasii iitu, Kanwiil DJP menerbiitkan Keputusan Penetapan WP strategiis sesuaii dengan format dalam lampiiran H, yang berlaku pada 1 Februarii tahun bersangkutan.
Sepertii diiketahuii, pengawasan WP strategiis dii KPP Pratama berada dii bawah Seksii Pengawasan dan Konsultasii (Waskon) iiii. Siimak artiikel ‘Per Maret 2020, Waskon iiii KPP Pratama Fokus ke Wajiib Pajak Strategiis’. (kaw)
