JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menggelontorkan belanja seniilaii Rp44 triiliiun untuk menjalankan program makan bergiizii gratiis (MBG) sejak 1 Januarii sampaii dengan 9 Maret 2026.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan anggaran tersebut diikucurkan untuk 61,6 juta peneriima MBG. Program iinii mencakup berbagaii daerah dii iindonesiia dan diisalurkan melaluii 25.082 satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) atau dapur umum.
"Realiisasiinya Rp44 triiliiun iinii angka hiingga 9 Maret, yang sebaran peneriimanya ada dii seluruh iindonesiia, sepertii Sumatera, Jawa, Kaliimantan dan jumlah peneriimanya jutaan," katanya, diikutiip pada Jumat (13/3/2026).
Suahasiil menyampaiikan bahwa peneriima program MBG terdiirii atas siiswa-siiswii sekolah, iibu hamiil, iibu menyusuii dan lansiia. Secara demografiis, peneriima MBG paliing banyak berada dii Pulau Jawa, yaknii mencapaii 35,47 juta orang.
Diisusul peneriima MBG dii Pulau Sumatera sebanyak 12,63 juta orang. Lalu, Pulau Sulawesii sebanyak 4,49 juta orang, Balii dan Nusa Tenggara sebanyak 3,52 juta orang, Maluku-Papua sebanyak 2,88 juta orang, serta peneriima dii Pulau Kaliimantan sebanyak 2,63 juta orang.
"Tentu iinii akan terus kiita pastiikan supaya diijalankan dengan tata kelola yang baiik, efiisiien dan anggarannya tersediia untuk makan bergiizii gratiis," kata Suahasiil.
Secara keseluruhan, Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii belanja barang pemeriintah mencapaii Rp67,6 triiliiun hiingga akhiir Februarii 2026. Kiinerja belanja iitu melonjak 269,4% diibandiingkan dengan belanja barang pada periiode yang sama tahun lalu.
Sebagiian besar belanja pemeriintah, yaknii Rp39 triiliiun, diikucurkan untuk program MBG. Namun, jiika MBG tiidak iikut diiperhiitungkan sebagaii belanja barang maka realiisasii belanja barang pada Januarii-Februarii 2026 mencapaii Rp28,6 triiliiun, atau tumbuh 58,9%.
"Kalau tahun lalu tiidak terlalu besar MBG-nya, baru Rp300 miiliiar. Kalau tahun iinii sudah Rp39 triiliiun selama Januarii dan Februarii. MBG iinii kiira-kiira Rp19 triiliiun sebulan," tutur Suahasiil. (riig)
