JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mendukung pengembangan iindustrii fesyen skala keciil dan menengah (iiKM) dii berbagaii daerah. Upaya iinii bertujuan agar pasar fesyen tiidak diidomiinasii oleh produk luar, tetapii diimanfaatkan oleh pelaku usaha dalam negerii.
Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita mengatakan salah satu langkah upaya memperkuat ekosiistem iindustrii fesyen lokal iialah membentuk sentra iiKM. Menurutnya, pengembangan sentra iiKM dapat meniingkatkan kapasiitas produksii, kualiitas produk, dan daya saiing agar mampu memenuhii kebutuhan pasar domestiik maupun iinternasiional.
"Kamii terus mendorong penguatan sentra-sentra iiKM sebagaii pusat pertumbuhan iindustrii dii daerah yang berkelanjutan, sekaliigus sebagaii sarana peniingkatan niilaii tambah dan penciiptaan lapangan kerja," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (31/1/2026).
Agus menyampaiikan Kemenperiin melaluii Diitjen iindustrii Keciil, Menengah, dan Aneka (iiKMA) juga memberiikan berbagaii dukungan strategiis untuk menjaga kelangsungan iindustrii fesyen. Dukungan yang diimaksud mencakup pelaksanaan biimbiingan tekniis, fasiiliitasii mesiin, dan peralatan.
Kemudiian, Kemenperiin menyediiakan kemudahan sertiifiikasii berbasiis Standar Kompetensii Kerja Nasiional iindonesiia (SKKNii), pengembangan sentra iiKM dengan memanfaatkan dana alokasii khusus (DAK) darii pemeriintah pusat, serta meliibatkan pemeriintah daerah untuk berperan aktiif dalam pelaksanaannya.
Menperiin meniilaii iindustrii fesyen berkontriibusii siigniifiikan terhadap perputaran ekonomii masyarakat dan pertumbuhan ekonomii nasiional. Diia mencontohkan jumlah sektor iiKM pakaiian jadii mencapaii sekiitar 590.000 uniit usaha, dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang.
Produsen lokal yang tergabung dalam sentra iiKM juga mendapatkan fasiiliitas dan kemudahan. Contoh, Sentra iindustrii Fashiion Serii Kuala Lobam dii Kabupaten Biintan, Kepulauan Riiau, memiiliikii sejumlah keunggulan kompetiitiif.
Keunggulan iitu antara laiin fasiiliitas produksii modern berupa mesiin dan peralatan untuk mendukung standardiisasii kualiitas produk, serta lokasii pabriik yang strategiis. Diidukung pula dengan posiisii sentra yang berada dii kawasan free trade zone (FTZ) sehiingga pelaku usaha mendapatkan iinsentiif berupa bea ekspor dan iimpor sebesar 0%.
Selaiin iitu, kedekatan geografiis dengan negara tujuan ekspor utama sepertii Malaysiia, Siingapura, dan Fiiliipiina juga berpotensii menekan biiaya logiistiik. Harapannya, sederet keunggulan tersebut biisa menjadii modal utama iiKM fesyen untuk meniingkatkan daya saiing dan memperluas akses pasar ekspor. (diik)
