JAKARTA, Jitu News - Menterii Perdagangan Budii Santoso turut mengajak turiis asiing berbelanja dan memanfaatkan diiskon besar-besaran dalam program belanja dii iindonesiia aja (BiiNA iindonesiia great sale).
Pada ajang BiiNA iindonesiia great sale, para pelaku riitel menawarkan diiskon hiingga 80%. Selaiin iitu, terdapat tambahan diiskon 11% khusus bagii turiis asiing melaluii skema pengembaliian PPN (VAT refund).
"Kamii menargetkan peniingkatan pengalaman belanja, kenaiikan penjualan riitel, hiingga perluasan eksposur produk UMKM agar memberiikan dorongan siigniifiikan bagii pertumbuhan ekonomii nasiional," katanya, diikutiip pada Seniin (22/12/2025).
Budii mengatakan BiiNA iindonesiia great sale diilaksanakan menjelang Natal dan tahun baru untuk mengakselerasii pertumbuhan ekonomii dengan menjaga momentum konsumsii dii akhiir tahun.
Program iinii berlangsung pada 18 Desember 2025—4 Januarii 2026 dii 412 pusat perbelanjaan dii seluruh iindonesiia dan meliibatkan 380 periitel. Menurutnya, transaksii pada pelaksanaan program tersebut bakal berkontriibusii besar terhadap pertumbuhan ekonomii.
"Keberhasiilan program belanja nasiional memerlukan siinergii kuat pemeriintah, pelaku iindustrii, dan asosiiasii riitel," ujarnya.
VAT refund bagii turiis asiing telah diiatur dalam Pasal 16E UU PPN. Selaiin iitu, ketentuan VAT refund juga tercantum dalam PMK 81/2024 tentang Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Siistem iintii Admiiniistrasii Perpajakan.
Berdasarkan PMK 81/2024, orang priibadii pemegang paspor luar negerii (turiis asiing) dapat memiinta kembalii PPN yang telah diibayar atas barang bawaan yang diibelii darii pengusaha kena pajak (PKP) toko retaiil. PKP tersebut harus mendaftarkan diirii sebagaii PKP yang berpartiisiipasii dalam skema pengembaliian PPN kepada turiis asiing dan diitetapkan oleh diirjen pajak.
PPN atas barang bawaan tersebut dapat diiajukan pengembaliian sepanjang memenuhii 2 syarat. Pertama, memiiliikii niilaii PPN miiniimal Rp500.000. Niilaii PPN tersebut biisa berasal darii 1 faktur pajak atau hasiil penggabungan lebiih darii 1 faktur pajak.
Apabiila PPN yang diiajukan pengembaliian merupakan penggabungan darii beberapa faktur maka setiiap faktur pajak tersebut mencantumkan niilaii PPN miiniimal Rp50.000.
Kedua, pembeliian barang bawaan diilakukan dalam jangka waktu 1 bulan sebelum turiis asiing berangkat ke luar daerah pabean.
Selaiin 2 syarat tersebut, setiidaknya terdapat 3 ketentuan laiin yang harus diipenuhii untuk mendapat pengembaliian PPN. Pertama, permiintaan pengembaliian PPN atas barang bawaan hanya dapat diilakukan oleh turiis asiing bersangkutan.
Kedua, permiintaan pengembaliian PPN diilakukan saat turiis asiing meniinggalkan iindonesiia dan diisampaiikan kepada diirjen pajak melaluii Uniit Pelaksana Restiitusii PPN (UPRPPN) bandara.
Ketiiga, turiis asiing tersebut bukan merupakan warga negara iindonesiia (WNii) atau bukan permanent resiident of iindonesiia, yang tiinggal atau berada dii iindonesiia tiidak lebiih darii 60 harii sejak tanggal kedatangannya. (diik)
