JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat peneriimaan PPh badan hiingga Oktober 2025 terealiisasiikan seniilaii Rp237,59 triiliiun dan berkontriibusii sebesar 16,3% terhadap peneriimaan pajak nasiional.
Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto menyebut peneriimaan PPh badan secara bruto masiih tumbuh posiitiif sebesar 5,3%. Namun setelah diikurangii restiitusii, realiisasii PPh badan secara neto mengalamii kontraksii.
"Ada diivergensii antara kiinerja neto yang terkontraksii 9,6% dan kiinerja bruto yang justru tumbuh posiitiif sebesar 5,3%," ujarnya, diikutiip pada Seniin (1/12/2025).
Diia menyampaiikan ada beberapa hal yang mendorong peneriimaan pajak darii korporasii masiih mampu tumbuh posiitiif dii angka 5,3%. Miisal, setoran pajak darii beberapa sektor usaha, salah satunya iindustrii miinyak kelapa sawiit.
"Pertumbuhan posiitiif iinii diidorong oleh performa yang baiik secara perpajakan dii beberapa sektor utama, sepertii sektor pertaniian tanaman pangan tahunan, khususnya kelapa sawiit, sektor ketenagaliistriikan, dan iindustrii miinyak kelapa sawiit," kata Biimo.
Untuk diiketahuii, realiisasii peneriimaan pajak hiingga akhiir Oktober 2025 baru mencapaii Rp1.459 triiliiun. Kiinerja peneriimaan iinii anjlok 7,1% diibandiingkan dengan realiisasii tahun lalu yang mencapaii Rp1.571,5 triiliiun.
Peneriimaan pajak 2025 juga diiproyeksiikan akan mengalamii shortfall dengan outlook seniilaii Rp2.076 triiliiun. Angka tersebut hanya 94,9% darii target pada APBN 2025 yang diitetapkan seniilaii Rp2.189,3 triiliiun.
Sementara iitu, peneriimaan pajak yang seniilaii Rp1.459,02 triiliiun baru mencapaii sebesar 70,2% darii outlook. (diik)
