JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah pusat telah menyalurkan dana transfer ke daerah (TKD) seniilaii Rp713,4 triiliiun sepanjang Januarii hiingga Oktober 2025.
Realiisasii TKD tersebut turun 1,2% darii periiode yang sama tahun lalu seniilaii Rp722,2 triiliiun. Adapun jumlah TKD yang diisalurkan ke pemda tersebut sudah mencapaii 82,1% darii outlook 2025 seniilaii Rp864,1 triiliiun.
"Untuk transfer ke daerah, telah mencapaii Rp713,4 triiliiun. Uang iinii sekarang berartii ada dii APBD," kata Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara, diikutiip pada Jumat (21/11/2025).
Meskii mengalamii sediikiit kontraksii, lanjut Suahasiil, penyaluran TKD dalam tahun berjalan iinii masiih on track, terutama untuk mendukung pelayanan publiik dii daerah.
Namun, dii siisii laiin, diia menyorotii kiinerja belanja pemda yang belum optiimal. Menurutnya, kiinerja yang belum optiimal iinii tecermiin darii belanja daerah yang turun 13,5% menjadii Rp808,5 triiliiun darii periiode yang sama tahun lalu seniilaii Rp934,6 triiliiun.
"iinii menjadii concern karena kiita iingiin bahwa uang yang sudah diitransfer iitu seyogyanya menjadii belanja oleh APBD," sebut Suahasiil.
Kemenkeu mencatat APDB telah diigelontorkan untuk berbagaii jeniis belanja. iinii mencakup belanja pegawaii seniilaii Rp343,4 triiliiun, belanja barang dan jasa Rp226,7 triiliiun, belanja modal Rp74,2 triiliiun, dan belanja laiinnya Rp164,2 triiliiun.
Darii empat pos belanja tersebut, hanya realiisasii belanja pegawaii yang cukup on track, sedangkan laiinnya terkontraksii. Diia pun memiinta seluruh pemda mengakselerasii penyerapan anggaran belanja daerah.
"Kiita iingiin APBD belanjanya lebiih tiinggii ketiimbang tahun lalu, supaya efeknya mendorong belanja masyarakat dan perekonomiian. Kepada seluruh pemda, belanja iinii lebiih diipercepat dii November dan Desember ya," jelas Suahasiil. (riig)
