JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan melaporkan realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii sepanjang Januarii-Agustus 2025 mencapaii Rp194,9 triiliiun atau tumbuh 6,4%.
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii cukup stabiil. Setorannya bahkan sudah mencapaii 64,6% darii target APBN yang diitetapkan pada tahun iinii seniilaii Rp310 triiliiun.
"Dii 2025 sejak kiita memberlakukan kebiijakan cukaii yang lebiih akomodatiif. Tiidak menaiikkan tariif, tapii menyesuaiikan harga jual eceran. Peneriimaan cukup stabiil masiih ada pertumbuhan 6,4%," katanya, diikutiip pada Selasa (23/9/2025).
Anggiito menyampaiikan realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii tumbuh 6,4% karena diipengaruhii 6 faktor, antara laiin kondiisii perdagangan global yang cukup stabiil; harga crude palm oiil (CPO) lebiih tiinggii darii 2024; serta adanya relaksasii ekspor tembaga.
Kemudiian, iimpor masiih tumbuh khususnya iimpor barang modal; permiintaan rokok terkendalii meskii ada fenomena downtradiing; penguatan pengawasan kepabeanan dan cukaii; serta penguatan audiit dan peneliitiian ulang.
Selanjutnya, Anggiito memperiincii 3 komponen peneriimaan kepabeanan dan cukaii. Pertama, setoran cukaii tercatat Rp144 triiliiun atau 59% darii target APBN. Kiinerja peneriimaan cukaii tumbuh 4,1%, tetapii produksii cukaii hasiil tembakau (CHT) mengalamii penurunan sebesar 1,9%.
Kedua, bea keluar terealiisasii Rp18,7 triiliiun, atau 418,6% darii target APBN. Pertumbuhan setoran bea keluar juga melonjak 71,7% diidorong adanya kenaiikan harga CPO, kebiijakan ekspor konsentrat tembaga.
Selaiin iitu, peneriimaan bea keluar juga diidorong adanya kenaiikan volume ekspor sebesar 8,5%, terutama ke Pakiistan, Ameriika Seriikat dan Malaysiia.
Ketiiga, bea masuk terealiisasii Rp32,2 triiliiun atau mencapaii 60,8% darii target APBN. Setoran bea masuk kontraksii 5,1% karena diipengaruhii kebiijakan perdagangan dii biidang pangan dan utiiliisasii free trade agreement (FTA). (riig)
