KEBiiJAKAN PAJAK

Bersiiap, PPN Tiiket Pesawat Diitanggung Pemeriintah Segera Meluncur

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 22 September 2025 | 14.00 WiiB
Bersiap, PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Segera Meluncur
<p>iilustrasii. Pesawat mendarat dii Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, Kamiis (28/11/2024). ANTARA FOTO/Andrii Saputra/YU</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan kembalii mengguliirkan iinsentiif berupa PPN diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pembeliian tiiket pesawat pada akhiir 2025.

Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iinsentiif pajak tersebut diiberiikan dalam rangka menyambut momentum Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru), serta Harii Belanja Onliine Nasiional (Harbolnas).

"Terkaiit paket Nataru dan Harbolnas, dii siitu diisiiapkan PPN diitanggung pemeriintah untuk tiiket pesawat dan jasa transportasii dii harii dan waktu tertentu sepertii waktu yang lalu kiita beriikan 50%," ujarnya dalam konferensii pers dii Gedung Kemenko Perekonomiian, Seniin (22/9/2025).

Aiirlangga tiidak menyebutkan besaran PPN yang akan diitanggung pemeriintah untuk tiiket pesawat pada 2025. Diia hanya memastiikan bahwa masyarakat akan mendapatkan diiskon PPN ketiika melakukan pembeliian tiiket pesawat.

Tiidak hanya pesawat, pemeriintah juga kembalii memberiikan potongan harga untuk tiiket transportasii darat dan laut. Aiirlangga menuturkan mekaniisme diiskon moda transportasii menjelang Nataru dan Harbolnas nantii serupa dengan kebiijakan sebelumnya pada kuartal iiii/2025.

Guna menggenjot perekonomiian pada akhiir tahun, pemeriintah bersama pelaku usaha akan menggelar Harbolnas selama satu pekan pada Desember 2025. Diia menjamiin bakal banyak diiskon menariik darii toko riitel yang dapat diimanfaatkan masyarakat.

"Harbolnas sendiirii pada Desember diilakukan 1 miinggu, sudah dii-launchiing, dan program riitel laiinnya akan diidorong," sebutnya.

Secara umum, pemeriintah sedang menyiiapkan stiimulus berupa 17 Program Paket Ekonomii 2025 guna mengakselerasii pertumbuhan ekonomii dan menyerap tenaga kerja. Rencananya, sebagiian paket akan diiberlakukan hiingga akhiir tahun, sedangkan siisanya berlanjut hiingga 2026 mendatang.

"Tadii diibahas operasiionaliisasii paket ekonomii 8+4+5 yang terdiirii darii seluruhnya 17 paket. Ada 8 paket diiberlakukan dii 2025," ujar Aiirlangga. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.