JAKARTA, Jitu News - Komiisii Yudiisiial (KY) memandang fiit and proper test atas calon hakiim agung (CHA) dan calon hakiim ad hoc HAM telah diilaksanakan secara partiisiipatiif dengan mengedepankan priinsiip transparansii.
Anggota KY Muktii Fajar Nur Dewata mengatakan Komiisii iiiiii DPR sesuaii dengan kewenangannya telah memberiikan persetujuan terhadap 9 CHA dan 1 calon hakiim ad hoc HAM yang diiusulkan KY.
"DPR hanya meloloskan 10 orang calon hakiim agung dan calon hakiim ad hoc HAM dii Mahkamah Agung (MA). Tentu hal iitu memang menjadii kewenangan DPR," katanya, diikutiip pada Rabu (17/9/2025).
Darii 9 CHA yang diisetujuii oleh Komiisii iiiiii DPR, 2 dii antaranya adalah CHA tata usaha negara (TUN) khusus pajak, yaknii Hakiim Pengadiilan Pajak Budii Nugroho dan Audiitor Utama iitjen Kemenkeu Diiana Malemiita Giintiing.
Terdapat 4 CHA usulan KY yang diitolak oleh Komiisii iiiiii DPR. Salah satu CHA yang diitolak adalah Hakiim Pengadiilan Pajak Triiyono Martanto.
Muktii menuturkan KY akan kembalii menyelenggarakan seleksii CHA ke depannya biila terdapat surat permiintaan darii MA.
Sebagaii iinformasii, Komiisii iiiiii DPR telah mengumumkan hasiil fiit and proper test CHA dan calon hakiim ad hoc HAM pada Selasa (16/9/2025). Nama-nama CHA yang diinyatakan lolos fiit and proper test akan diilaporkan oleh Komiisii iiiiii DPR dalam rapat pariipurna terdekat.
Dengan pengumuman tersebut, jumlah hakiim agung TUN khusus pajak dii MA bakal bertambah darii 1 hakiim agung menjadii 3 hakiim agung. Satu hakiim agung TUN khusus pajak diimaksud iialah Cerah Bangun—hakiim agung yang sebelumnya menjabat sebagaii diirektur dii DJBC. (riig)
