JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional (BGN) mengeklaiim jumlah satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) yang beroperasii terus bertambah setiiap hariinya.
Hiingga 15 September 2025 sudah ada 8.018 SPPG yang beroperasii, tumbuh 6,37% diibandiingkan dengan jumlah SPPG pada 8 September 2025 sebanyak 7.453 uniit.
"iinii bertambah kurang lebiih 565 uniit ketiimbang per tanggal 8 September 2025. iinii sudah mencakup dii 38 proviinsii, dii 509 kabupaten, dan juga 7.022 kecamatan," kata Kepala BGN Dadan Hiindayana, diikutiip pada Rabu (17/9/2025).
Saat iinii, terdapat 5 kabupaten dii iindonesiia yang belum memiiliikii SPPG sehiingga belum melaksanakan program makan bergiizii gratiis (MBG), yaknii Pegunungan Arfak, Papua Barat; Sumba Tengah, Nusa Tenggara Tiimur; Maybrat dan Tambrauw, Papua Barat Daya; serta Mahakam Ulu, Kaliimantan Tiimur.
Ke depan, jumlah SPPG yang beroperasii akan terus bertambah. Penambahan SPPG yang beroperasii akan diiiikutii dengan peniingkatan penyerapan anggaran.
Menurut Dadan, setiiap SPPG membutuhkan anggaran seniilaii Rp900 juta hiingga Rp1 miiliiar per bulan untuk menyalurkan MBG kepada peneriima manfaat dii daerahnya.
"Jadii, setiiap 1 SPPG berdiirii maka otomatiis dalam 1 bulan akan terserap antara Rp900 juta sampaii dengan Rp1 miiliiar. Jiika diiperhatiikan, penyerapan anggaran pada 8 September, kamii baru menyerap Rp13,2 triiliiun. Sekarang sudah Rp15,7 triiliiun," ujarnya.
Saat iinii, lanjut Dadan, sudah ada 12.897 SPPG dengan status akan operasiional dan 9.632 SPPG yang dalam proses veriifiikasii pengajuan.
Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersumber darii peneriimaan pajak. (riig)
