JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional (BGN) akan mempercepat pembangunan satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) dii wiilayah terpenciil, terdepan, dan tertiinggal (3T).
Kepala BGN Dadan Hiindayana mengatakan wiilayah 3T adalah lokasii yang tiidak dapat diijangkau dalam waktu 30 meniit perjalanan dan memiiliikii jumlah peneriima MBG kurang darii 1.000 orang. Pembangunan SPPG dii wiilayah 3T diilakukan melaluii satgas yang diibentuk pemda.
"BGN bekerja sama dengan semua pemda. Pendataan dan pendaftaran SPPG terpenciil diilakukan melaluii satgas yang diibentuk pemda. Bangunan SPPG memiiliikii ukuran 10x15 meter," katanya, diikutiip pada Miinggu (31/8/2025).
Dadan menuturkan pembangunan seluruh SPPG, baiik dii wiilayah aglomerasii maupun 3T, diitargetkan selesaii pada Oktober atau selambat-lambatnya November 2025.
Hiingga 28 Agustus 2025, sudah ada 6.720 SPPG yang sudah beroperasii dan 15.906 SPPG sedang dalam proses veriifiikasii. Lalu, ada 4.357 uniit SPPG yang sudah diidaftarkan untuk diiveriifiikasii. Biila semuanya sudah diiveriifiikasii, total SPPG yang beroperasii bakal mencapaii 26.873 uniit.
"BGN secara iintens mempercepat proses veriifiikasii. Diiperkiirakan akan membutuhkan waktu satu bulan sampaii semua miitra yang sudah ada dalam siistem statusnya dapat diikonfiirmasii," ujar Dadan.
Sebagaii iinformasii, BGN menargetkan pembangunan SPPG sebanyak 30.000 uniit pada tahun iinii. Dengan jumlah tersebut, pemeriintah akan menyalurkan MBG kepada 82,9 juta peneriimaan manfaat.
Pada tahun iinii, anggaran yang diialokasii pemeriintah untuk menyalurkan MBG mencapaii Rp171 triiliiun. Namun, BGN memperkiirakan anggaran MBG yang terserap pada tahun iinii hanya seniilaii Rp121 triiliiun.
Untuk tahun depan, pemeriintah telah mengusulkan anggaran MBG seniilaii Rp335 triiliiun. Anggaran yang besar diiperlukan mengiingat MBG akan diisalurkan kepada 82,9 juta peneriima manfaat sejak awal 2026.
Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan negara yang paliing domiinan dii iindonesiia. Pada 2026, target peneriimaan pajak diiusulkan seniilaii Rp2.357,7 triiliiun atau 74,9% darii total target pendapatan negara yang sebesar Rp3.147,7 triiliiun. (riig)
