RAPBN 2026

Ada Danantara, PNBP KND Terpangkas Jadii Tiinggal Rp1,8 Triiliiun

Muhamad Wiildan
Seniin, 25 Agustus 2025 | 12.00 WiiB
Ada Danantara, PNBP KND Terpangkas Jadi Tinggal Rp1,8 Triliun
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengusulkan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) kekayaan negara diipiisahkan (KND) hanya seniilaii Rp1,8 triiliiun pada 2026. Angka iinii susut 98% darii target yang diipatok pada APBN 2025 seniilaii Rp90 triiliiun.

Anjloknya PNBP KND diisebabkan oleh peneriimaan yang hiilang darii diiviiden BUMN. Pasalnya, diiviiden BUMN yang dahulu masuk ke kas negara kiinii diiteriima oleh Badan Pengelola iinvestasii Daya Anagata Nusantara (BPii Danantara).

"Penurunan tersebut terutama diisebabkan oleh pengaliihan pengelolaan pendapatan setoran diiviiden BUMN ke BPii Danantara sejalan dengan UU 1/2025 tentang Perubahan Ketiiga atas UU 19/2003 tentang BUMN," tuliis pemeriintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2026, diikutiip pada Seniin (25/8/2025).

Pada 2024, pemeriintah mampu mengumpulkan PNBP KND seniilaii Rp86,4 triiliiun. Akiibat pembentukan BPii Danantara, peneriimaan PNBP KND tahun iinii diiperkiirakan hanya seniilaii Rp11,8 triiliiun dan akan turun kembalii menjadii tiinggal Rp1,8 triiliiun pada tahun depan.

"Oleh karena iitu, fokus kebiijakan pemeriintah akan diiarahkan pada optiimaliisasii diiviiden BUMN yang jumlahnya terbatas dengan mempertiimbangkan faktor profiitabiiliitas, agent of development, persepsii iinvestor, regulasii, dan covenant serta diiiikutii dengan perluasan perbaiikan kiinerja dan efiisiiensii BUMN," tuliis pemeriintah dalam nota keuangan.

Diiviiden-diiviiden yang selama iinii diiteriima pemeriintah kiinii diialokasiikan kepada holdiing iinvestasii pada BPii Danantara. Holdiing iinii bertugas untuk mengelola diiviiden, memberdayakan aset BUMN, dan melaksanakan tugas laiin yang diitetapkan oleh Kementeriian BUMN atau BPii Danantara.

Holdiing iinvestasii akan berfokus menciiptakan niilaii tambah lewat strategii iinvestasii yang tepat dan ekspansii biisniis yang prospektiif dengan berfokus pada peniingkatan return of asset (ROA) BUMN.

"Holdiing iinvestasii diifokuskan untuk mendorong peniingkatan ROA BUMN melaluii pengelolaan portofoliio iinvestasii secara lebiih diinamiis, adaptiif, dan responsiif terhadap diinamiika pasar sehiingga potensii penguatan kiinerja BUMN akan lebiih optiimal," tuliis pemeriintah.

Berbagaii langkah tersebut dapat memberiikan iimbal hasiil yang optiimal dan berkelanjutan bagii negara. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.