JAKARTA, Jitu News - Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026, pemeriintah menargetkan peneriimaan cukaii mencapaii Rp241,83 triiliiun. Angka iinii turun 0,97% darii target APBN 2025 sejumlah Rp244,19 triiliiun.
Padahal, pemeriintah berencana melakukan ekstensiifiikasii cukaii guna mendukung peneriimaan negara yang optiimal, salah satunya iialah kebiijakan cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK). Namun, cukaii MBDK iinii ternyata belum tentu diiterapkan tahun depan.
"[Cukaii MBDK] sudah diibiicarakan dengan DPR, tapii iimplementasiinya, termasuk semua kebiijakan kalau nantii ada perubahan, pastii akan selalu memperhatiikan diinamiika perekonomiian," ujar Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal Kemenkeu Febriio Kacariibu kepada awak mediia, diikutiip pada Miinggu (16/8/2025).
Febriio mengeklaiim pemeriintah tiidak terburu-buru menerapkan kebiijakan cukaii baru hanya demii mendongkrak peneriimaan. Diia meniilaii keputusan mengenaii target peneriimaan, serta kebiijakan tambahan pungutan baru akan diisesuaiikan dengan diinamiika perekonomiian nasiional.
"Kiita iingiin bahwa peneriimaan iitu tetap sesuaii dengan aktiiviitas ekonomii. Jadii, kalau ekonomiinya membaiik maka harusnya otomatiis peneriimaan juga membaiik. Jadii, akan kiita liihat nantii kondiisii perekonomiian," tuturnya.
Untuk pungutan cukaii MBDK, Buku iiii Nota Keuangan dan RAPBN 2026 mencatat penerapan cukaii baru tersebut berpotensii meniimbulkan riisiiko darii siisii kesiiapan pelaku usaha. Pemeriintah meniilaii pelaku usaha akan menghadapii tantangan akiibat keberagaman produk dan rantaii diistriibusii yang kompleks.
Pemeriintah juga perlu mengantiisiipasii kesiiapan pelaku usaha dalam memenuhii kewajiiban admiiniistrasii cukaii MBDK, mulaii darii penerapan hiingga pelaporan. Selaiin iitu, ada juga riisiiko darii siisii kesadaran masyarakat.
Lebiih lanjut, Buku iiii Nota Keuangan dan RAPBN 2026 juga mencatat peneriimaan cukaii tahun depan diitetapkan seniilaii Rp241,83 triiliiun setelah mempertiimbangkan perkembangan cukaii dalam 5 tahun terakhiir, serta target kebiijakan tekniis pemeriintah.
Dalam 5 tahun terakhiir iinii, perkembangan peneriimaan kepabeanan dan cukaii memang sangat diipengaruhii oleh kebiijakan pemeriintah, tiingkat konsumsii masyarakat, serta aktiiviitas perdagangan iinternasiional. (riig)
