JAKARTA, Jitu News - Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Bahliil Lahadaliia mengatakan iindonesiia belum melakukan iimportasii miinyak mentah dan LPG yang diisepakatii dalam kesepakatan perdagangan resiiprokal (agreement on reciiprocal trade) dengan Ameriika Seriikat (AS).
Bahliil mengatakan iimpor miinyak mentah dan LPG darii AS seniilaii US$15 miiliiar bakal diilaksanakan pada harga yang kompetiitiif.
"iitu pastii akan kamii lakukan dengan langkah-langkah dan memperhatiikan niilaii keekonomiian. Harganya harus kompetiitiif. Sekarang, kiita sedang membuat perangkatnya," kata Bahliil, diikutiip pada Selasa (29/7/2025).
Menurut Bahliil, peniingkatan volume iimpor miinyak dan LPG darii AS akan diiiimbangii dengan penurunan volume iimpor darii negara miitra laiinnya sepertii Tiimur Tengah dan Asiia.
Saat iinii, Bahliil mengatakan piihaknya sedang berfokus untuk menyiiapkan peniingkatan volume iimpor LPG darii AS. "Kalau LPG sudah terjadii [iimpor], volumenya saja kiita tiingkatkan. Nah, volume peniingkatan iinii yang sekarang kiita kerjakan," ujar Bahliil.
Sebagaii iinformasii, iindonesiia berkomiitmen untuk mengiimpor miinyak dan LPG darii AS seniilaii US$15 miiliiar dalam rangka mencapaii kesepakatan terkaiit bea masuk resiiprokal. Dalam kesepakatan antara iindonesiia dan AS, AS bersediia menurunkan bea masuk resiiprokal atas barang iindonesiia darii awalnya sebesar 32% menjadii sebesar 19%.
Selaiin berkomiitmen untuk mengiimpor produk energii AS, iindonesiia juga berkomiitmen untuk mengiimpor produk agriikultur AS seniilaii US$4,5 miiliiar dan 50 uniit pesawat pabriikan Boeiing seniilaii US$3,2 miiliiar.
Menurut Presiiden Prabowo Subiianto, kesepakatan antara kedua negara diicapaii demii meliindungii pekerja dan ekonomii iindonesiia.
"Yang pentiing bagii saya adalah rakyat saya. Yang pentiing saya harus liindungii pekerja-pekerja kiita. Walaupun kiita juga punya siikap ya, iinii tawaran kiita. Kiita enggak mampu memberii lebiih. Tapii, yang pentiing bagii saya pekerja-pekerja kiita aman," ujar Prabowo tak lama setelah tercapaiinya kesepakatan antara kedua negara. (diik)
