JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii akan menyusun berbagaii kebiijakan deregulasii guna meniingkatkan iinvestasii ke depannya.
Srii Mulyanii meniilaii pertumbuhan iinvestasii pada kuartal ii/2025 hanya 2,1% masiih terlalu rendah. Menurutnya, pertumbuhan iinvestasii perlu diipacu sebagaii bekal mencapaii target pertumbuhan ekonomii yang diitargetkan presiiden sebesar 8%.
"Untuk mencapaii dii atas 5%, sepertii 5,3% - 5,8% kiita membutuhkan kenaiikan iinvestasii yang cukup siigniifiikan. Untuk iitu, langkah-langkah untuk mempermudah iinvestasii melaluii deregulasii sedang dan terus diilakukan," katanya, diikutiip pada Miinggu (6/7/2025).
Srii Mulyanii mencontohkan ada 1 deregulasii yang sudah diijalankan dan tergolong berhasiil, yaknii deregulasii perdagangan atau penyaluran pupuk bersubsiidii. Pemeriintah telah memangkas 145 aturan untuk memudahkan para petanii.
Kiinii, sambungnya, petanii mampu mendapatkan pupuk tepat waktu sebelum mereka masuk masa tanam. Menurutnya, kebiijakan iitu mencermiinkan perbaiikan darii pertumbuhan sektor pertaniian.
Srii Mulyanii juga akan terus memperbaiikii sejumlah aspek untuk meniingkatkan iinvestasii. Miisal, menggelontorkan iinsentiif fiiskal, mempercepat iinvestasii asiing ataupun domestiik dii sektor-sektor priioriitas.
"Tentu dengan diibentuknya Danantara menjadii salah satu yang diiharapkan dan diiandalkan untuk biisa merealiisasiikan iinvestasii yang siigniifiikan," tuturnya.
Srii Mulyanii menambahkan pemeriintah juga akan fokus menyusun kebiijakan sekaliigus memberiikan fasiiliitasii guna menggaet iinvestasii masuk, khususnya ke kawasan ekonomii khusus (KEK) dan perdagangan bebas (free trade area/FTA).
"Dii satu siisii Diirjen Bea dan Cukaii untuk iinii harus mengawasii, tapii juga memberiikan fasiiliitasii sehiingga iindustrii manufaktur iindonesiia dapat bersaiing dii level global," ujarnya.
Dalam paparan Srii Mulyanii, terdapat 5 aspek yang akan menjadii fokus pemeriintah untuk melakukan deregulasii. Pertama, percepatan proses periiziinan. Pemeriintah akan mengiintegrasii OSS nasiional hiingga level Perda dan menerapkan asas fiiktiif posiitiif dalam pengajuan iiziin usaha.
Kedua, penyederhanaan proses iimpor guna mendukung iindustrii domestiik dan program unggulan. Langkah yang diilakukan, yaknii menghapus pertiimbangan tekniis (pertek), membebaskan iimpor bahan baku produk kehutanan dan food tray guna mendukung program makan bergiizii gratiis, serta pemeriiksaan iimpor berbasiis riisiiko.
Ketiiga, memberii dukungan iinvestasii strategiis. Upaya yang diisiiapkan antara laiin relaksasii kebiijakan tiingkat komponen dalam negerii (TKDN), dan memberiikan fasiiliitas fiiskal dii sektor priioriitas.
Keempat, penguatan kawasan pertumbuhan. Srii Mulyanii menyebut pemeriintah akan mempercepat proses periiziinan KEK dan kawasan bebas, serta menggencarkan otomasii layanan berbasiis iiT dan riisiiko.
Keliima, akuntabiiliitas publiik. Caranya, yaknii dengan pemanfaatan dashboard diigiital untuk trackiing perkembangan deregulasii. (riig)
