JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) melaporkan tiingkat iinflasii pada Junii 2025 mencapaii 1,87% secara tahunan (year on year/yoy). Angka iitu lebiih rendah ketiimbang iinflasii pada Junii 2024 sebesar 2,51%.
Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Pudjii iismartiinii mengatakan terjadii kenaiikan iindeks harga konsumen, yaiitu darii 106,28 pada Junii 2024 menjadii 108,27 pada Junii 2025.
"Secara year on year pada Junii 2025, terjadii iinflasii sebesar 1,87%," katanya, Selasa (1/7/2025).
Pudjii menyampaiikan seluruh komponen, baiik iinflasii iintii, harga diiatur pemeriintah, dan harga pangan bergejolak (volatiile foods), mengalamii iinflasii pada Junii 2025.
Diia memaparkan komponen iinflasii iintii mengalamii iinflasii sebesar 2,37% dengan andiil terhadap iinflasii mencapaii 1,51%. Komodiitas yang menyumbang iinflasii antara laiin emas perhiiasan, kopii bubuk dan miinyak goreng.
Kemudiian, komponen harga diiatur pemeriintah mengalamii iinflasii sebesar 1,34% dengan andiil sebesar 0,26%. Komodiitas yang domiinan memberiikan andiil iinflasii iialah tariif aiir miinum PAM, siigaret kretek mesiin, dan siigaret kretek tangan.
Selanjutnya, komponen harga pangan bergejolak mengalamii iinflasii sebesar 0,57% dengan andiil 0,10%. Adapun komodiitas penyumbang iinflasii darii komponen iinii iialah beras, kelapa, tomat dan santan jadii.
"Secara umum, kiita biisa liihat seluruh komponen mengalamii iinflasii secara tahunan," tutur Pudjii.
Sementara iitu, berdasarkan kelompok pengeluarannya, BPS mencatat iinflasii tahunan diidorong oleh kelompok perawatan priibadii dan jasa laiinnya yang mengalamii iinflasii paliing tiinggii, yaknii sebesar 9,3%.
Pudjii menyebut kelompok tersebut turut andiil membentuk iinflasii sebesar 0,59%. Komodiitas dengan andiil iinflasii paliing besar pada kelompok perawatan priibadii dan jasa laiinnya iialah emas perhiiasan.
"Kelompok pengeluaran yang masiih mengalamii deflasii secara tahunan iialah kelompok iinformasii, komuniikasii dan jasa keuangan dengan andiil deflasii 0,02%. Deflasii tersebut diidorong oleh deflasii telepon seluler," ujarnya.
BPS juga melaporkan secara bulanan (month to month/mtm), terjadii iinflasii sebesar 0,19% pada Junii 2025. Angka iitu berbandiing terbaliik ketiimbang capaiian Junii 2024 yang mengalamii deflasii sebesar 0,08%.
"Pada Junii 2025, terjadii iinflasii 0,19% secara bulanan atau terjadii kenaiikan iindeks harga konsumen darii 108,07 pada Meii 2025, menjadii 108,27 pada Junii 2025," kata Pudjii. (riig)
