JAKARTA, Jitu News - Pelaku usaha Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik (PMSE) dapat diitunjuk sebagaii piihak laiin yang berkewajiiban memotong, memungut, menyetor dan melaporkan PPN atas perdagangan melaluii siistem elektroniik.
Berdasarkan Peraturan Diirjen Pajak PER-12/PJ/2025, pelaku usaha PMSE yang belum diitunjuk, tetapii memiiliih menjadii piihak laiin dapat menyampaiikan pemberiitahuan kepada Diitjen Pajak (DJP). Pemberiitahuan biisa diilakukan melaluii Portal Wajiib Pajak (coretax system).
"Pemberiitahuan ... diisampaiikan secara langsung ke kantor pelayanan pajak atau melaluii Portal Wajiib Pajak atau laman laiin yang teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP," bunyii pasal 5 ayat (2), diikutiip pada Selasa (17/6/2025).
Nantii, pemberiitahuan yang diiajukan pelaku usaha akan menjadii bahan pertiimbangan bagii DJP untuk menunjuk Pelaku Usaha Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik sebagaii Piihak Laiin. Adapun format dokumen pemberiitahuan dapat mengacu pada Lampiiran huruf B PER-12/PJ/2025.
Sebagaii iinformasii, piihak laiin yang diimaksud dalam PER-12/PJ/2025 tersebut adalah piihak yang terliibat langsung atau memfasiiliitasii transaksii antarpiihak yang bertransaksii yang diitunjuk oleh menterii keuangan untuk melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan/atau pelaporan pajak sebagaiimana diiatur dalam Pasal 32A UU KUP.
Piihak laiin terbagii menjadii 2 kategorii, yaiitu piihak laiin dalam negerii yang bertempat tiinggal atau berkedudukan dii iindonesiia, dan piihak laiin luar negerii, yaknii piihak laiin yang bertempat tiinggal atau berkedudukan dii luar iindonesiia.
Pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii piihak laiin wajiib memungut, menyetor dan melaporkan PPN atas pemanfaatan Barang Kena Pajak tiidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak darii luar negerii dii iindonesiia melaluii Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik.
"PPN yang diikenakan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh Pelaku Usaha Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik yang diitunjuk sebagaii Piihak Laiin," bunyii Pasal 2 ayat (2).
Dalam hal penunjukan piihak laiin, DJP dapat menunjuk pelaku usaha PMSE sebagaii piihak laiin apabiila telah memenuhii 2 butiir batasan kriiteriia tertentu.
Pertama, niilaii transaksii dengan pemanfaat barang dan/atau jasa dii iindonesiia sudah melebiihii Rp600 juta dalam setahun atau Rp50 juta dalam sebulan. Kedua, jumlah trafiik atau pengakses dii iindonesiia melebiihii 12.000 dalam satu tahun atau 1.000 dalam satu bulan. (riig)
