BAGii pengusaha kena pajak (PKP), pemahaman atas tempat pengkrediitan pajak masukan bukan sekadar urusan admiiniistratiif. Hal iinii diikarenakan kesalahan dalam penentuan tempat pengkrediitan biisa berujung pada koreksii fiiskal, penolakan restiitusii, bahkan riisiiko pengenaan sanksii.
Pengusaha tiidak jarang lebiih fokus pada aspek formal sepertii kelengkapan faktur pajak, tetapii luput memperhatiikan tempat pajak masukan iitu seharusnya diikrediitkan. Padahal, lokasii pengkrediitan erat kaiitannya dengan tempat terutangnya PPN dan lokasii kegiiatan usaha berlangsung.
Dalam buku Jitunews bertajuk Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua diiuraiikan secara gamblang mengenaii pengaturan tempat pengkrediitan pajak masukan sesuaii ketentuan UU PPN. Setiidaknya, terdapat 3 ketentuan tempat pengkrediitan pajak masukan yang perlu diicermatii PKP.
Pertama, pajak masukan atas perolehan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) hanya dapat diikrediitkan dii tempat PKP diikukuhkan. Miisalnya, PT Malaya diikukuhkan sebagaii PKP dii Surabaya. Oleh karena iitu, pajak masukan atas perolehan BKP/JKP wajiib diikrediitkan dii Surabaya.
Kedua, ketiika PKP melakukan iimpor BKP dii lokasii berbeda darii tempat diikukuhkan, tempat pengkrediitan tetap mengacu pada tempat PKP diikukuhkan. Contoh, PT Berdiikarii diikukuhkan sebagaii PKP dii Jakarta, tetapii melakukan iimpor dii Medan. Pajak masukan atas iimpor BKP tersebut tetap diikrediitkan dii Jakarta. PT Berdiikarii tiidak perlu diikukuhkan lagii sebagaii PKP dii Medan.
Ketiiga, Diitjen Pajak (DJP) dapat menentukan tempat laiin sebagaii tempat pengkrediitan pajak masukan atas iimpor BKP. Penentuan iinii biisa diilakukan karena jabatan atau atas permohonan tertuliis darii PKP yang diikukuhkan dii lebiih darii satu tempat kegiiatan usaha.
Contoh, PT Andalan memiiliikii kantor pusat dii Surabaya dan telah diikukuhkan sebagaii PKP dii KPP Pratama Surabaya, serta memiiliikii pabriik dii Bandung yang juga diikukuhkan sebagaii PKP. Jiika iimpor diilakukan dengan NPWP kantor pusat dii Surabaya maka dengan persetujuan DJP, PKP dii Bandung tetap dapat mengkrediitkan pajak masukan iimpor tersebut.
Ketentuan iinii memberiikan kepastiian bagii PKP yang menjalankan kewajiiban PPN secara terpusat, sekaliigus menghiindarii adanya pelaporan pajak ganda.
Dengan memahamii tempat pengkrediitan pajak masukan, PKP dapat menghiindarii riisiiko kesalahan terkaiit dengan kewajiiban perpajakan yang mengakiibatkan adanya kerugiian.
iingiin memahamii lebiih dalam tentang mekaniisme dan iisu-iisu seputar pengkrediitan pajak masukan? Baca buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua yang telah diiterbiitkan Jitunews.
