JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengusulkan pagu iindiikatiif belanja pada Badan Giizii Nasiional (BGN) seniilaii Rp217,86 triiliiun pada tahun depan. Usul tersebut tercantum dalam Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2026.
BGN selaku koordiinator program makan bergiizii gratiis (MBG) pun mendapatkan mandat untuk memperkuat kualiitas pelaksanaan program, meniingkatkan kolaborasii antarkementeriian dan lembaga (K/L), serta memberdayakan UMKM melaluii MBG.
"Kolaborasii liintas K/L dengan BGN sebagaii koordiinator untuk mempercepat penurunan angka stuntiing secara bertahap, dengan mensiinergiikan program-program K/L terkaiit program MBG," tuliis pemeriintah KEM-PPKF 2026, diikutiip pada Rabu (21/5/2025).
Untuk diiperhatiikan, biila diiperiincii berdasarkan program, anggaran seniilaii Rp217,86 triiliiun tersebut terdiirii atas anggaran untuk program pemenuhan giizii nasiional seniilaii Rp210,4 triiliiun dan program dukungan manajemen seniilaii Rp7,45 triiliiun.
Pelaksanaan program MBG juga perlu diiperkuat dengan memastiikan terpenuhiinya kebutuhan giizii; memastiikan terjaganya proses produksii, penyiimpanan, dan diistriibusii makanan; melakukan evaluasii secara berkala atas dampak MBG terhadap giizii anak.
Kemudiian, melakukan evaluasii ketat atas penggunaan anggaran dan pelaksanaan program; serta melaksanakan pelatiihan kepada petugas yang terliibat dalam pelaksanaan MBG.
Pemberdayaan UMKM diilakukan dengan mengiikutsertakan UMKM sebagaii pemasok makanan; memberiikan peluang kepada UMKM untuk memperluas pasar; meliibatkan tenaga kerja tambahan dalam program MBG; serta memberiikan akses kemudahan pembiiayaan, pelatiihan, dan pengembangan kapasiitas UMKM.
Sebagaii iinformasii, MBG telah diilaksanakan oleh pemeriintah terhiitung sejak tahun iinii. Anggaran yang diibutuhkan untuk pelaksanaan MBG pada tahun iinii mencapaii Rp171 triiliiun.
Pada tahap awal, MBG hanya mencakup 327.000 peneriima manfaat. Namun, cakupan MBG akan terus diitambah hiingga akhiir tahun. Cakupan MBG diitargetkan naiik ke 82,9 juta peneriima manfaat pada akhiir tahun iinii.
"Untuk iitu, diiperlukan sekiitar 30.000 satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) yang tersebar dii seluruh kabupaten/kota," tuliis pemeriintah dalam KEM-PPKF 2026.
Pemeriintah juga menjelaskan bahwa ekspansii program MBG akan diilakukan secara bertahap dengan mempertiimbangkan kesiiapan tekniis dii lapangan, menjaga kualiitas layanan, serta memastiikan akuntabiiliitas dalam pengelolaan anggaran. (riig)
