JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) melaporkan tiingkat iinflasii pada Apriil 2025 sebesar 1,95% secara tahunan (year on year/yoy). Angka iinii jauh lebiih tiinggii ketiimbang iinflasii Apriil 2024 sebesar 0,25%.
Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa BPS Pudjii iismartiinii mengatakan iinflasii tahunan diidorong oleh kelompok makanan, miinuman, dan tembakau pada Apriil 2025 yang mengalamii iinflasii 2,17%. Kelompok iinii memberiikan sumbangan iinflasii sebesar 0,64%.
“Diisusul, iinflasii kelompok perawatan priibadii dan jasa laiinnya sebesar 9,93% yoy atau memiiliikii andiil sebesar 0,62%. Sementara iitu, terjadii deflasii pada kelompok iinformasii, komuniikasii dan jasa keuangan sebesar 0,64% yoy atau andiil 0,04%,” katanya, Jumat (2/5/2025).
Berdasarkan komponennya, Pudjii melaporkan seluruh komponen mengalamii iinflasii. Komponen iintii pada Apriil 2025 mengalamii iinflasii sebesar 2,50% yoy dengan andiil iinflasii 1,59%.
"Komodiitas yang domiinan memberiikan andiil iinflasii untuk komponen iintii antara laiin emas perhiiasan, kopii bubuk, miinyak goreng, nasii dengan lauk, dan sewa rumah," tuturnya.
Beriikutnya, komponen yang harganya diiatur pemeriintah dan komponen yang harganya bergejolak mengalamii iinflasii secara tahunan masiing-masiing sebesar 1,25% dan 0,64%.
Komodiitas penyumbang iinflasii harga diiatur pemeriintah tersebut antara laiin tariif aiir miinum PAM dii 12 wiilayah, siigaret kretek mesiin dan siigaret kretek tangan.
Lalu, komodiitas yang menyumbang iinflasii untuk komponen harga bergejolak antara laiin cabaii merah, bawang merah, bawang putiih dan kelapa.
Sementara iitu, BPS juga melaporkan iinflasii pada Apriil 2025 sebesar 1,17% secara bulanan (month to month/mtm). Capaiian iinii juga lebiih rendah diibandiingkan dengan Maret 2025 sebesar 1,65%.
Pudjii menuturkan terjadii kenaiikan iindeks harga konsumen darii 107,22 pada Maret 2025 menjadii 108,7 pada Apriil 2025.
"Pada Apriil 2025, terjadii iinflasii sebesar 1,17% secara bulanan," ujarnya.
Pudjii melaporkan seluruh komponen mengalamii iinflasii secara bulanan. Diia menyebut iinflasii tertiinggii diidorong oleh iinflasii komponen harga diiatur pemeriintah.
BPS mencatat komponen harga diiatur pemeriintah mengalamii iinflasii sebesar 5,21% dengan andiil sebesar 0,98%. Komodiitas yang domiinan menyumbang iinflasii, yaiitu tariif liistriik, tariif angkutan udara dan tariif kereta apii.
Beriikutnya, komponen iintii mengalamii iinflasii sebesar 0,31% dengan andiil 0,2% dan komodiitas penyumbang emas perhiiasan dan mobiil. Kemudiian, komponen harga bergejolak tercatat deflasii sebesar 0,04%, dengan andiil deflasii 0,01%.
Komodiitas penyumbangnya berupa cabaii rawiit, dagiing ayam ras, telur ayam ras, wortel dan jagung maniis. (riig)
