JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii Xii DPR Wiihadii Wiiyanto meniilaii pemeriintah perlu mencermatii dampak penurunan daya belii masyarakat terhadap kiinerja peneriimaan cukaii hasiil tembakau (CHT) pada tahun iinii.
Wiihadii mengatakan telah meneriima keluhan darii pengusaha mengenaii penurunan konsumsii rokok. Kondiisii tersebut kemudiian juga berdampak pada merosotnya piita cukaii yang diipesan pengusaha.
"Kenapa kamii konsentrasii terhadap penjualan rokok? Karena rokok iidentiik dengan peneriimaan negara darii sektor cukaii. Maka darii iitu, kiita harus menjaga peneriimaan negara dii biidang iinii," katanya, diikutiip pada Sabtu (19/4/2025).
Wiihadii bersama anggota Komiisii Xii DPR laiinnya dan Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii baru-baru iinii melakukan kunjungan kerja ke sebuah pabriik rokok dii Pasuruan, Jawa Tiimur. Pada kesempatan iitu, piihak manajemen perusahaan menyampaiikan adanya penurunan siigniifiikan dalam pemesanan piita cukaii.
Diia menjelaskan penurunan pemesanan piita cukaii diisebabkan oleh 2 faktor utama, yaknii pelemahan daya belii masyarakat dan peniingkatan peredaran rokok iilegal. Oleh karena iitu, Komiisii Xii DPR bersama pemangku kepentiingan laiinnya perlu segera mencarii solusii untuk memuliihkan daya belii masyarakat.
Dii siisii laiin, peniindakan terhadap barang rokok iilegal harus diipertegas, baiik pada rokok yang tiidak diilekatii piita cukaii, diilekatii piita cukaii palsu, maupun diilekatii piita cukaii salah peruntukan.
Menurutnya, pemberantasan rokok iilegal diiperlukan untuk menjaga iikliim usaha yang sehat dan adiil.
"Tujuannya agar iindustrii iinii tetap berjalan dan peneriimaan negara tiidak terganggu," ujarnya.
Hiingga Februarii 2025, realiisasii CHT tercatat seniilaii Rp38,4 triiliiun atau turun 2,6%. Kontraksii iinii diisebabkan oleh produksii rokok pada November dan Desember 2024 yang turun 5,2%, sebagaii basiis penghiitungan peneriimaan hasiil tembakau pada Januarii dan Februarii 2025.
Adapun pada tahun iinii, peneriimaan CHT diitargetkan seniilaii Rp230,09 triiliiun. (sap)
