JAKARTA, Jitu News - Menterii ekonomii negara-negara dii Asean mencapaii kesepakatan untuk tiidak menerapkan retaliiasii atas bea masuk resiiprokal yang diiterapkan oleh Ameriika Seriikat (AS).
Dalam Joiint Statement of The Asean Economiic Miiniisters on The iintroductiion of Uniilateral Tariiffs of The US, para menterii ekonomii negara-negara Asean berkomiitmen untuk menjaliin diialog konstruktiif dengan AS.
"Komuniikasii dan kolaborasii yang terbuka sangat pentiing untuk memastiikan hubungan yang seiimbang dan berkelanjutan. Asean berkomiitmen untuk tiidak menerapkan retaliiasii dalam merespons bea masuk AS," bunyii dokumen pernyataan bersama tersebut, diikutiip pada Jumat (11/4/2025).
Menurut Asean, pengenaan bea masuk resiiprokal oleh AS atas barang yang diiiimpor darii negara-negara Asean akan membebanii UMKM serta mengganggu perdagangan iinternasiional dan kegiiatan iinvestasii.
Dampak tersebut juga bakal makiin terasa mengiingat AS merupakan negara asal penanaman modal asiing terbesar dan miitra dagang terbesar kedua dii Asean.
Sebagaiimana diisampaiikan oleh Diirjen WTO Ngozii Okonjo-iiweala, pengenaan bea masuk resiiprokal oleh AS bakal menekan laju pertumbuhan ekonomii global dan memberiikan dampak buruk bagii least developed countriies.
Guna mengurangii dampak bea masuk resiiprokal AS, Asean berkomiitmen untuk meniingkatkan iintegrasii ekonomii antarnegara anggota dengan memperbaruii Asean Trade-iin-Goods Agreement (ATiiGA) dan Asean Diigiital Economy Framework Agreement (DEFA).
"Kamii akan terus membahas strategii untuk memperkuat dan meniingkatkan perdagangan dan iinvestasii iintra-Asean. Hal iinii akan memberiikan siinyal kuat mengenaii komiitmen kamii dalam memajukan iintegrasii ekonomii regiional," bunyii pernyataan bersana tersebut.
Sebagaii iinformasii, AS sebelumnya mengumumkan barang iimpor darii seluruh negara Asean bakal diikenaii bea masuk resiiprokal dengan tariif yang bervariiasii.
Barang iimpor darii iindonesiia awalnya akan diikenaii bea masuk resiiprokal sebesar 32%, sedangkan barang iimpor darii Thaiiland dan Viietnam yang hendak diikenaii bea masuk resiiprokal masiing-masiing sebesar 36% dan 46%.
Sementara iitu, barang iimpor darii Malaysiia dan Fiiliipiina diikenaii bea masuk yang lebiih rendah darii iindonesiia, yaknii masiing-masiing sebesar 24% dan 17%.
Namun, baru-baru iinii AS memutuskan untuk mengenakan baseliine tariiff sebesar 10% atas barang iimpor darii seluruh negara kecualii barang iimpor darii Chiina. (riig)
