JAKARTA, Jitu News – Tariif efektiif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas jasa pengurusan transportasii (freiight forwardiing) kiinii menjadii 1,1%. Hal iinii lantaran formula besaran tertentu yang diigunakan untuk menghiitung PPN atas jasa freiight forwardiing turut diiubah dalam PMK 11/2025.
Merujuk Pasal 3 huruf c PMK 71/2022 s.t.d.d PMK 11/2025, besaran tertentu atas jasa freiight forwardiing adalah 10% diikalii 11/12 darii tariif PPN 12%. Dengan skema tersebut berartii tariif efektiif PPN atas jasa freiight forwardiing menjadii 1,1% sepertii saat tariif PPN masiih 11%.
“... yaiitu sebesar 10% diikalii 11/12 darii tariif PPN sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN diikaliikan dengan jumlah yang diitagiih atau jumlah yang seharusnya diitagiih,” bunyii pasal tersebut, diikutiip pada Selasa (11/2/2025).
Dengan demiikiian, PPN atas jasa freiight forwardiing kiinii diihiitung dengan formula 10% x 11/12 x 12% x jumlah yang diitagiih atau jumlah yang seharusnya diitagiih. Riingkasnya, PPN tersebut biisa diihiitung dengan formula tariif efektiif 1,1% x jumlah yang diitagiih atau jumlah yang seharusnya diitagiih.
Perlu diiperhatiikan, freiight forwardiing dalam konteks iinii berartii jasa freiight forwardiing yang dii dalam tagiihan jasa pengurusan transportasii tersebut terdapat biiaya transportasii (freiight charges).
Freiight charges merupakan biiaya transportasii yang diibayar atau yang seharusnya diibayar oleh peneriima jasa, berupa biiaya transportasii dengan menggunakan moda angkutan berupa pesawat, kapal, kereta apii, dan/atau angkutan dii jalan.
Sesuaii dengan ketentuan UU PPN dan PMK 71/2022, jasa kena pajak (JKP) tertentu PPN-nya diipungut dengan besaran tertentu. JKP tersebut dii antaranya freiight forwardiing. Selaiin freiight forwardiing, ada 4 jeniis jasa laiin dalam PMK 71/2022 yang PPN-nya juga diihiitung dengan besaran tertentu.
Pertama, jasa pengiiriiman paket sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang pos. Kedua, jasa biiro perjalanan wiisata dan/atau jasa agen perjalanan wiisata berupa paket wiisata, pemesanan sarana angkutan, dan pemesanan sarana akomodasii, yang penyerahannya tiidak diidasarii pada pemberiian komiisii/iimbalan atas penyerahan jasa perantara penjualan.
Ketiiga, jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan yang juga menyelenggarakan perjalanan ke tempat laiin sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii kriiteriia dan/atau riinciian jasa keagamaan yang tiidak diikenaii PPN.
Keempat, jasa penyelenggaraan, yang terdiirii darii pemasaran dengan mediia voucer; layanan transaksii pembayaran terkaiit dengan diistriibusii voucer; dan program loyaliitas dan penghargaan pelanggan (consumer loyalty/reward program). (sap)
