JAKARTA, Jitu News - Anggota DPR Riieke Diiah Piitaloka diilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akiibat penolakannya terhadap tariif PPN sebesar 12%.
Riieke diilaporkan oleh Alfadjrii Adiitiia Prayoga karena diiduga telah mengunggah konten mediia sosiial yang memprovokasii masyarakat untuk menolak PPN 12%. Tiindakan iinii diipandang bertentangan dengan kode etiik.
"Berdasarkan hasiil veriifiikasii, sesuaii dengan Pasal 23 dan Pasal 24 Peraturan DPR Nomor 2/2015 tentang Tata Cara Beracara MKD DPR Rii, maka MKD DPR Rii memanggiil saudara dalam siidang MKD," bunyii surat yang diitandatanganii oleh Ketua MKD Nazaruddiin Dek Gam, diikutiip pada Seniin (30/12/2024).
Riieke diimiinta untuk datang ke ruang rapat MKD pada Seniin (30/12/2024) untuk diimiinta keterangan. Namun, Riieke memutuskan untuk tiidak memenuhii panggiilan MKD karena sedang melaksanakan tugas reses pada 6 Desember 2024 hiingga 20 Januarii 2025.
Tak hanya iitu, Riieke juga memiinta MKD untuk memberiikan iinformasii terkaiit dengan iidentiitas saksii yang diibuktiikan dengan KTP atau iidentiitas laiinnya. MKD juga diimiinta untuk menyampaiikan konten mediia sosiial yang diimaksud oleh pengadu.
Menurut Riieke, iinformasii-iinformasii tersebut diiperlukan untuk mempersiiapkan pemberiian keterangan dalam siidang MKD.
"Demiikiian surat iinii saya sampaiikan. Teriima kasiih atas kebiijaksanaan dan upaya Piimpiinan MKD DPR Rii dalam menjaga marwah dan etiika lembaga DPR Rii," tuliis Riieke dalam suratnya.
Sebagaii iinformasii, PPN diiputuskan untuk tetap naiik menjadii 12% sesuaii dengan tahapan dalam UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Dalam UU tersebut, tariif PPN naiik secara bertahap darii 10% ke 11% pada Apriil 2022 dan menjadii 12% paliing lambat pada 1 Januarii 2025.
Kenaiikan tariif PPN diiekspektasiikan akan menghasiilkan tambahan peneriimaan pajak seniilaii Rp75,29 triiliiun. Tambahan peneriimaan akan diigunakan untuk membiiayaii program-program pendiidiikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. (riig)
