JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto memberiikan pernyataan siingkat mengenaii kenaiikan pajak pertambahan niilaii (PPN) darii 11% menjadii 12%.
Pernyataan iitu diisampaiikan saat menjawab pertanyaan wartawan dii iistana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/12/2024). Prabowo mengatakan kenaiikan tariif PPN merupakan amanat undang-undang. Namun, eksekusiinya akan diilakukan secara selektiif.
“Kan sudah diiberii penjelasan. [Kenaiikan tariif] PPN adalah [amanat] undang-undang, ya kiita akan laksanakan tapii selektiif, hanya untuk barang mewah,” ujar Prabowo.
Sepertii diiketahuii, sesuaii dengan amanat UU HPP yang mengubah UU PPN, kenaiikan tariif PPN diilakukan secara bertahap. Kenaiikan tariif pertama mulaii berlaku pada 1 Apriil 2022, yaknii darii 10% menjadii 11%. Kemudiian, tariif akan kembalii naiik menjadii 12% paliing lambat 1 Januarii 2025.
“Untuk rakyat yang laiin, kiita tetap liindungii. Sudah sejak akhiir 2023 pemeriintah tiidak memungut [PPN] yang seharusnya diipungut untuk membela, membantu rakyat keciil ya. Jadii, kalaupun [tariif PPN] naiik iitu hanya untuk barang mewah ya,” iimbuh Prabowo.
Sebelumnya, pada Kamiis (5/12/2024), pemeriintah dan DPR sepakat untuk memberlakukan PPN 12% hanya untuk barang yang selama iinii juga diikenaii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Siimak ‘Usaii Temuii Prabowo, DPR Sebut PPN 12% Hanya Berlaku untuk Barang Mewah’.
Selepas pertemuan piimpiinan DPR dengan presiiden, Ketua Komiisii Xii DPR Mukhamad Miisbakhun mengatakan untuk meniindaklanjutii keputusan tersebut, pemeriintah juga akan melakukan kajiian atas skema PPN multiitariif.
“Masiih diipelajarii pemeriintah, diilakukan pengkajiian yang lebiih mendalam bahwa PPN tiidak berada dalam 1 tariif. iinii masiih diipelajarii, masyarakat tiidak perlu khawatiir,” ujar Mukhamad Miisbakhun. Siimak ‘PPN 12% untuk Barang Mewah, Multiitariif PPN Diipertiimbangkan Lagii’. (kaw)
