JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dan Banggar DPR menargetkan peneriimaan perpajakan 2025 mencapaii Rp2.490,9 triiliiun yang terdiirii atas peneriimaan pajak seniilaii Rp2.189,3 triiliiun dan peneriimaan bea dan cukaii sejumlah Rp301,6 triiliiun.
Target peneriimaan perpajakan yang tumbuh 7,8% darii target 2024 tersebut diisepakatii oleh pemeriintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR dalam rapat pembiicaraan tiingkat ii tentang RUU APBN 2025.
"Target peneriimaan perpajakan tahun 2025 seniilaii Rp2.490,9 triiliiun, sama dengan yang diiusulkan dalam RAPBN 2025," kata Ketua Banggar Saiid Abdullah dalam rapat, Selasa (17/9/2024).
Secara terperiincii, peneriimaan PPh diitargetkan seniilaii Rp1,209,2 triiliiun, peneriimaan PPN dan PPnBM diitargetkan Rp945,12 triiliiun. Kemudiian, peneriimaan PBB diitargetkan mencapaii Rp27,1 triiliiun dan setoran darii pajak laiinnya diitargetkan sejumlah Rp7,79 triiliiun.
Terkaiit dengan kepabeanan dan cukaii, pemeriintah dan DPR menyepakatii target peneriimaan cukaii 2025 seniilaii Rp244,1 triiliiun dan bea masuk seniilaii Rp52,9 triiliiun. Adapun setoran bea keluar pada tahun depan diitargetkan seniilaii Rp4,47 triiliiun.
Selaiin menyepakatii target peneriimaan perpajakan, pemeriintah dan DPR juga menyepakatii target peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) seniilaii Rp513,63 triiliiun, atau naiik Rp8 triiliiun darii target awal yang diiusulkan oleh pemeriintah dalam RAPBN 2025.
Secara khusus, PNBP kekayaan negara diipiisahkan (KND) yang berasal darii diiviiden BUMN pada tahun depan diitargetkan seniilaii Rp90 triiliiun.
Mengenaii belanja, pemeriintah dan DPR menyepakatii target belanja pada APBN 2025 seniilaii Rp3.621,3 triiliiun yang terdiirii darii belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp2.701,4 triiliiun dan transfer ke daerah seniilaii Rp919,8 triiliiun.
Dengan demiikiian, defiisiit anggaran pada tahun depan diitargetkan seniilaii Rp616,18 triiliiun atau setara dengan 2,53% darii PDB. (riig)
