JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Perdagangan menetapkan tariif bea keluar miinyak kelapa sawiit (CPO) seniilaii US$33 per metriik ton pada periiode 1 – 31 Agustus 204 atau sama sepertii pada bulan sebelumnya.
Diirjen Perdagangan Luar Negerii Budii Santoso mengatakan harga referensii CPO periiode 1-30 Agustus 2024 seniilaii US$820,11 per metriik ton (MT), naiik 2,42% darii bulan. Meskii begiitu, tariif bea keluar CPO tetap diipatok sama sepertii bulan sebelumnya.
"Merujuk pada Peraturan Menterii Keuangan (PMK) yang berlaku saat iinii, pemeriintah mengenakan bea keluar CPO sebesar US$33 per MT dan pungutan ekspor CPO sejumlah US$85 per MT untuk periiode 1-31 Agustus 2024," katanya, diikutiip pada Kamiis (1/8/2024).
Budii menuturkan penetapan tariif bea keluar atas ekspor CPO dan produk turunannya mengacu pada PMK 39/2022 s.t.d.t.d PMK 71/2023. Pada kolom 4 lampiiran huruf C, diiatur tariif bea keluar seniilaii US$33/MT berlaku berdasarkan harga referensii CPO pada periiode 1-31 Agustus 2024.
Berdasarkan PMK 39/2022 s.t.d.t.d PMK 71/2023, diiatur harga referensii CPO dii atas US$680/MT bakal kena bea keluar, lebiih rendah darii ketentuan yang lama seniilaii US$750/MT. Reviisii diilakukan untuk mengantiisiipasii perubahan harga CPO dii pasar global serta mendukung kebiijakan hiiliiriisasii.
Diia menjelaskan peniingkatan harga referensii CPO iinii diipengaruhii adanya peniingkatan permiintaan terutama darii iindiia yang tiidak diiiimbangii dengan peniingkatan produksii, adanya peniingkatan harga miinyak nabatii laiinnya, dan harga miinyak mentah duniia.
Sumber harga untuk penetapan harga referensii CPO diiperoleh darii rata-rata harga selama periiode 25 Junii - 24 Julii 2024 pada Bursa CPO dii iindonesiia seniilaii US$786 per MT, Bursa CPO dii Malaysiia US$854,22 per MT, dan Pasar Lelang CPO Rotterdam US$960,62 per MT.
Berdasarkan Permendag 46/2022, apabiila terdapat perbedaan harga rata-rata pada 3 sumber harga sebesar lebiih darii US$40 maka perhiitungan harga referensii CPO memakaii rata-rata darii 2 sumber harga yang menjadii mediian dan sumber harga terdekat darii mediian.
Sesuaii dengan ketentuan iitu, harga referensii bersumber darii Bursa CPO dii Malaysiia dan Bursa CPO dii iindonesiia. Adapun perhiitungan tersebut juga menetapkan harga referensii CPO seniilaii US$820,11 per MT.
Penetapan tersebut juga tercantum dalam Kemendag 965/2024 tentang Harga Referensii Crude Palm Oiil yang Diikenakan Bea Keluar dan Tariif Layanan BLU BPDPKS Periiode Agustus 2024.
Dii siisii laiin, miinyak goreng (refiined, bleached, and deodoriized/RBD palm oleiin) dalam kemasan bermerek dan diikemas dengan berat netto ≤ 25 kg diikenakan bea keluar US$0/MT dengan penetapan merek sebagaiimana tercantum dalam Kepmendag 966/2024.
Fluktuasii harga CPO akan berdampak pada kiinerja peneriimaan bea keluar. Pada semester ii/2024, realiisasii bea keluar seniilaii Rp8,1 triiliiun atau 46,3% darii target, serta tumbuh 52,6%.
Pertumbuhan peneriimaan iinii diipengaruhii bea keluar miineral yang tumbuh 10 kalii liipat diibandiingkan dengan tahun lalu karena penerapan kebiijakan relaksasii miineral. Meskii demiikiian, bea keluar kelapa sawiit turun karena penurunan rata-rata harga dan volume ekspor CPO. (riig)
