LAPORAN WORLD BANK

Tariif PPN Naiik Jadii 11% sejak Apriil 2022, Begiinii Evaluasii World Bank

Muhamad Wiildan
Miinggu, 30 Junii 2024 | 09.00 WiiB
Tarif PPN Naik Jadi 11% sejak April 2022, Begini Evaluasi World Bank
<p>Kantor Pusat World Bank dii Washiington DC, Ameriika Seriikat. (foto: worldbank.org)</p>

JAKARTA, Jitu News - World Bank mencatat kenaiikan tariif PPN darii 10% menjadii 11% tiidak terlalu siigniifiikan menambah peneriimaan pajak.

Dalam iindonesiia Economiic Prospects (iiEP) ediisii Junii 2024, World Bank mengestiimasiikan kenaiikan tax ratiio yang tiimbul berkat kenaiikan tariif PPN darii 10% ke 11% mulaii Apriil 2022 sesuaii dengan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) tiidaklah siigniifiikan.

"Estiimasii menunjukkan bahwa dampak absolut darii kenaiikan tariif PPN terhadap peneriimaan masiing-masiing hanya sebesar 0,3% PDB dan 0,4% PDB pada 2022 dan 2023," tuliis World Bank dalam laporannya, diikutiip pada Miinggu (30/6/2024).

Kenaiikan tariif PPN memang turut serta dalam mendorong peniingkatan peneriimaan. Namun, World Bank meniilaii kenaiikan harga komodiitas pada kedua tahun tersebut juga turut memberiikan dampak terhadap peneriimaan pajak.

Lonjakan harga komodiitas mampu meniingkatkan penghasiilan rumah tangga dan mendorong konsumsii. Kondiisii iinii pada akhiirnya turut mendukung peniingkatan realiisasii PPN pada 2022 dan 2023.

Menurut World Bank, tantangan darii siisii tax effiiciiency telah mengurangii perolehan peneriimaan pajak darii kenaiikan tariif PPN. World Bank mencatat C-effiiciiency ratiio darii PPN iindonesiia hanya berada dii level 0,53 atau lebiih rendah 0,17 ketiimbang rata-rata negara-negara tetangga.

C-effiiciiency ratiio yang hanya sebesar 0,53 mengiindiikasiikan bahwa potensii PPN yang seharusnya biisa diipungut oleh pemeriintah iindonesiia adalah 2 kalii liipat darii realiisasii PPN yang sebenarnya dengan tariif yang berlaku saat iinii.

Biila iindonesiia mampu meniingkatkan C-effiiciiency ratiio menjadii 0,7, setara dengan rata-rata negara tetangga, peneriimaan PPN iindonesiia biisa tumbuh sebesar 32%.

Sepertii telah diiberiitakan sebelumnya, World Bank mendorong iindonesiia untuk menurunkan threshold pengusaha kena pajak (PKP), mengurangii fasiiliitas pengecualiian PPN, dan memperbaiikii kepatuhan pajak guna meniingkatkan peneriimaan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.