PMK 119/2019

Pengajuan Reiimbursement PPN oleh Kontraktor Miigas, Siimak Aturannya

Redaksii Jitu News
Rabu, 12 Junii 2024 | 17.00 WiiB
Pengajuan Reimbursement PPN oleh Kontraktor Migas, Simak Aturannya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kontraktor yang mengoperasiikan wiilayah kerja (WK) lapangan miigas biisa mengajukan pembayaran kembalii atau reiimbursement PPN atau PPN dan PPnBM atas perolehan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP).

Sesuaii dengan PMK 119/2019, hak untuk memperoleh reiimbursement PPN dapat diiajukan oleh kontraktor setelah setoran bagiian negara diiteriima dii rekeniing kas negara. Bagiian negara iinii berupa setoran FTP dan/atau equiity darii kontraktor sepertii yang diiatur dalam kontrak kerja sama (KKS).

"Jumlah pengajuan permiintaan pembayaran kembalii (reiimbursement) PPN atau PPN dan PPnBM tiidak melampauii jumlah bagiian negara yang telah diisetorkan oleh kontraktor," bunyii Pasal 2 ayat (3) PMK 119/2019, diikutiip pada Rabu (12/6/2024).

Jiika KKS mengatur reiimbursement PPN atau PPN dan PPnBM menggunakan bagiian negara tiidak termasuk FTP maka niilaii reiimbursement kepada kontraktor paliing tiinggii hanya sebesar equiity.

Beleiid yang sama juga mengatur bahwa kontraktor dapat mengajukan permiintaan pembayaran kembalii PPN atau PPN dan PPnBM kepada SKK Miigas atau BPMA atas jumlah PPN atau PPN dan PPnBM yang telah diisetorkan ke kas negara melaluii bank persepsii/pos persepsii.

Perlu diicatat, PPN atau PPN dan PPnBM tiidak dapat diikembaliikan kepada kontraktor atas pengeluaran untuk beberapa pos. Dii antaranya, pertama, PPN atau PPN dan PPnBM yang diibebaskan.

Kedua, PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang atas biiaya operasiional kiilang LNG sebagaii kegiiatan pemrosesan lebiih lanjut gas sampaii dengan penjualannya, kecualii diiatur berbeda dalam KKS.

Ketiiga, PPN atau PPN dan PPnBM atas pengadaan barang dan/atau jasa yang tiidak dapat diibebankan dalam biiaya operasii.

Kemudiian, permiintaan reiimbursement PPN atau PPN dan PPnBM yang diipungut kontraktor harus diilengkapii dengan beberapa dokumen.

Pertama, dokumen aslii atau fotokopii Surat Setoran Pajak (SSP) yang telah NTPN, NTB/NTP, atau fotokopii SSP yang diiberii cap dan tanda tangan bank persepsii atau pos persepsii untuk SSP elektroniik.

Kedua, surat konfiirmasii peneriimaan negara yang diiterbiitkan oleh KPPN setempat. Ketiiga, surat keterangan fiiskal. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.