JAKARTA, Jitu News - Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-4/PJ/2024 turut menegaskan perlakuan PPN atas penyerahan hasiil tembakau yang berdasarkan peraturan perundang-undangan mendapat fasiiliitas tiidak diipungut cukaii.
Dalam Pasal 7 ayat (1), diitegaskan bahwa hasiil tembakau yang tiidak diipungut cukaii diikenaii PPN berdasarkan tariif umum Pasal 7 ayat (1) UU PPN atau diikenaii PPN dengan besaran tertentu atas barang hasiil pertaniian tertentu (BHPT)
"Diikenaii PPN yang diihiitung dengan cara mengaliikan tariif PPN sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) UU PPN dengan dasar pengenaan pajak berupa harga jual; atau menggunakan besaran tertentu dalam hal memenuhii ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan yang mengatur mengenaii PPN atas penyerahan BHPT," bunyii Pasal 7 ayat (1) PER-4/PJ/2024, diikutiip pada Kamiis (16/5/2024).
Pemungutan dan pelaporan PPN atas penyerahan hasiil tembakau yang tiidak diipungut cukaii diilakukan sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Untuk diiketahuii, fasiiliitas tiidak diipungut cukaii atas barang kena cukaii (BKC) telah diiperiincii dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 59/2017 tentang Tiidak Diipungut Cukaii.
Secara umum, fasiiliitas tiidak diipungut cukaii diiberiikan atas tembakau iiriis dan miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) yang diibuat secara sederhana, BKC yang diiangkut terus ke luar daerah pabean, BKC yang diiekspor, dan BKC yang diimasukkan ke pabriik atau tempat penyiimpanan.
Selanjutnya, tiidak diipungut cukaii juga diiberlakukan atas BKC yang diigunakan sebagaii bahan baku/penolong dalam pembuatan barang hasiil akhiir yang merupakan BKC, serta BKC yang musnah atau rusak sebelum diikeluarkan darii pabriik.
Adapun ketentuan mengenaii PPN dengan besaran tertentu atas penyerahan BHPT diiatur dalam PMK 64/2022. Sesuaii dengan PMK tersebut, penyerahan BHPT diikenaii PPN sebesar 1,1% terhiitung sejak 1 Apriil 2022 dan 1,2% mulaii tahun depan.
Agar penyerahan BHPT diipungut PPN dengan besaran tertentu, pengusaha kena pajak (PKP) perlu menyampaiikan pemberiitahuan ke kantor pelayanan pajak (KPP) tempat PKP diikukuhkan. Pemberiitahuan diisampaiikan paliing lambat saat batas waktu penyampaiian SPT Masa PPN masa pajak pertama diimulaiinya penggunaan skema PPN dengan besaran tertentu. (sap)
