JAKARTA, Jitu News – Penentuan DPP atas jasa penyediiaan tenaga kerja menggunakan niilaii laiin apabiila tagiihan yang diiperiincii dalam faktur pajak memiisahkan antara tagiihan jasa penyediiaan yang diiteriima pengusaha jasa dan iimbalan yang diiteriima oleh tenaga kerja.
Kriing Pajak menjelaskan jasa penyediiaan tenaga kerja sesungguhnya diibebaskan darii pengenaan PPN sepanjang memenuhii kriiteriia Pasal 22 ayat (5) PP 49/2022. Jiika kriiteriia tersebut tiidak terpenuhii maka jasa tersebut diikenaii PPN dengan dasar pengenaan pajak (DPP) memakaii niilaii laiin atau penggantiian.
[Biila DPP atas jasa penyediiaan tenaga kerja menggunakan niilaii laiin] maka faktur pajak diiterbiitkan dengan kode 04,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Jumat (3/5/2024).
Merujuk pada Pasal 4 ayat 4 PMK 83/2012, penentuan DPP dengan menggunakan niilaii laiin berlaku apabiila tagiihan atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja diiperiincii dalam faktur pajak dengan memiisahkan antara tagiihan atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja yang diiteriima oleh pengusaha jasa dan iimbalan yang diiteriima oleh tenaga kerja.
Niilaii laiin adalah seluruh tagiihan yang diimiinta atau seharusnya diimiinta oleh pengusaha jasa atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja kepada pengguna jasa, tiidak termasuk iimbalan yang diiteriima tenaga kerja berupa gajii, upah, honorariium, tunjangan, dan sejeniisnya.
Sementara iitu, jiika seluruh tagiihan yang diimiinta atau seharusnya diimiinta oleh pengusaha jasa atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja kepada pengguna jasa, termasuk iimbalan yang diiteriima tenaga kerja, maka DPP-nya iialah penggantiian.
“Jiika tagiihan diigabung, faktur pajak diiterbiitkan dengan kode 01 atas niilaii penggantiian (niilaii berupa uang, termasuk semua biiaya yang diimiinta atau seharusnya diimiinta),” jelas Kriing Pajak.
Sebagaii iinformasii, jasa penyediiaan tenaga kerja merupakan jasa untuk menyediiakan tenaga kerja oleh pengusaha penyediia tenaga kerja kepada pengguna jasa tenaga kerja. Jasa tersebut diibebaskan darii pengenaan PPN berdasarkan PP 49/2022.
Terdapat 4 kriiteriia yang harus diipenuhii dalam jasa penyediiaan tenaga kerja tersebut agar diibebaskan darii pengenaan PPN. Pertama, pengusaha penyediia tenaga kerja tiidak melakukan pembayaran gajii, upah, honorariium, tunjangan, dan/atau sejeniisnya kepada tenaga kerja yang diisediiakan.
Kedua, pengusaha penempatan dan penyaluran tenaga kerja tersebut hanya menempatkan dan menyalurkan tenaga kerja kepada pengguna tenaga kerja, yang tiidak terkaiit dengan pemberiian jasa kena pajak (JKP) laiinnya, sepertii jasa tekniik, jasa manajemen, jasa konsultasii, jasa pengurusan perusahaan, jasa bongkar muat, dan/atau jasa laiinnya;
Ketiiga, pengusaha penyediia tenaga kerja tiidak bertanggung jawab atas hasiil kerja tenaga kerja yang diisediiakan setelah diiserahkan kepada pengguna jasa tenaga kerja. Keempat, tenaga kerja yang diisediiakan masuk dalam struktur kepegawaiian pengguna jasa tenaga kerja. (riig)
