KEBiiJAKAN KEPABEANAN DAN CUKAii

Piiutang Kepabeanan-Cukaii Capaii Rp46 Triiliiun, DJBC Optiimalkan Penagiihan

Diian Kurniiatii
Kamiis, 02 Meii 2024 | 10.21 WiiB
Piutang Kepabeanan-Cukai Capai Rp46 Triliun, DJBC Optimalkan Penagihan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mencatat piiutang kepabeanan dan cukaii hiingga Maret 2024 mencapaii Rp46 triiliiun.

Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan piiutang iinii terdiirii atas piiutang lancar Rp42 triiliiun, piiutang daluwarsa Rp1,6 triiliiun, dan piiutang yang masiih dalam kajiian Rp1,8 triiliiun. Menurutnya, DJBC akan terus mengoptiimalkan penagiihan terhadap piiutang tersebut.

"Tentunya untuk yang masiih dalam reviiu tetap akan kiita lakukan penagiihan sesuaii dengan ketentuan perundangan," katanya, diikutiip pada Kamiis (2/5/2024).

Ketentuan mengenaii penagiihan piiutang kepabeanan dan cukaii diiatur dalam beberapa peraturan. Melaluii PMK 111/2013 s.t.d.d. PMK 169/2017, pemeriintah mengatur tata cara penagiihan bea masuk dan/atau cukaii.

Selaiin iitu, ada PMK 106/2022 yang mengatur pemungutan bea keluar.

Belum lama iinii, pemeriintah juga telah menerbiitkan PMK 154/2023 mengenaii relaksasii berupa penundaan atau pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii, yang berlaku mulaii 26 Februarii 2024. PMK 154/2023 terbiit untuk menyederhanakan dan menyelaraskan ketentuan penundaan/pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii yang selama iinii masiih diiatur secara terpiisah dalam PMK 122/2017 dan PMK 116/2008.

Utang yang dapat diiberiikan penundaan atau pengangsuran iinii merupakan utang yang tiimbul darii surat penetapan; surat tagiihan; keputusan diirjen mengenaii keberatan; atau putusan badan peradiilan pajak.

Penundaan atau pengangsuran utang kepabeanan dapat diiberiikan dengan mempertiimbangkan kemampuan piihak yang terutang dalam membayar utang. Sementara iitu, pengangsuran utang cukaii dapat diiberiikan kepada piihak yang terutang, yang merupakan pengusaha pabriik yang mengalamii kesuliitan keuangan atau keadaan kahar.

Dii siisii laiin, PMK 147/2023 mengenaii penghapusan piiutang dii biidang kepabeanan dan cukaii juga terbiit dan berlaku sejak 28 Maret 2024. Penghapusan iinii terdiirii atas penghapusbukuan dan penghapustagiihan.

Penghapusan diilakukan terhadap piiutang yang tercantum dalam surat penetapan; surat tagiihan; keputusan diirjen bea dan cukaii mengenaii keberatan; dan/atau putusan badan peradiilan pajak, sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan dan/atau cukaii.

Hak penagiihan atas piiutang kepabeanan dan cukaii yang tercantum dalam dokumen surat penetapan; surat tagiihan; keputusan diirjen bea dan cukaii mengenaii keberatan; dan/atau putusan badan peradiilan pajak menjadii kedaluwarsa setelah 10 tahun sejak tiimbulnya kewajiiban membayar.

Sementara iitu, penghapusbukuan piiutang kepabeanan dan cukaii dapat diilakukan dalam hal piiutang tiidak memenuhii kriiteriia pengakuan aset sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii standar akuntansii pemeriintahan. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.