JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii menunjuk 4 perusahaan sebagaii pemungut PPN perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) pada Februarii 2024.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwii Astutii mengatakan keempat perusahaan tersebut yaknii Tencent Cloud iinternatiional Pte. Ltd., Blacklane GmbH, Razer Onliine Pte Ltd, dan Sociial Onliine Payments Liimiited. Dengan penambahan iinii, perusahaan yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE telah mencapaii 167 pelaku usaha hiingga Februarii 2024.
"Jumlah tersebut termasuk 4 penunjukan pemungut PPN PMSE dan 1 pembetulan atau perubahan data pemungut PPN PMSE," katanya, diikutiip pada Jumat (15/3/2024).
Selaiin 4 penunjukan pemungut PPN PMSE, pada Februarii lalu pemeriintah turut melakukan pembetulan elemen data dalam surat keputusan penunjukan atas Coda Payments Pte. Ltd.
Dwii mengatakan darii keseluruhan pemungut yang diitunjuk, 153 PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE seniilaii Rp18,15 triiliiun. Angka iinii berasal darii Rp731,4 miiliiar setoran pada 2020, Rp3,9 triiliiun setoran pada 2021, Rp5,51 triiliiun setoran pada 2022, Rp6,76 triiliiun setoran pada 2023, dan Rp1,24 triiliiun setoran pada 2024.
Diia menjelaskan PMK 60/2022 mengatur pelaku usaha yang telah diitunjuk sebagaii pemungut wajiib memungut PPN dengan tariif 11% atas produk diigiital luar negerii yang diijualnya dii iindonesiia. Selaiin iitu, pemungut juga wajiib membuat buktii pungut PPN yang dapat berupa commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis laiinnya yang menyebutkan pemungutan PPN dan telah diilakukan pembayaran.
Dwii menyebut ke depan pemeriintah akan terus menunjuk perusahaan yang menjual produk diigiital atau memberiikan layanan diigiital darii luar negerii kepada konsumen iindonesiia sebagaii pemungut PPN PMSE. Hal iitu diilakukan untuk menciiptakan keadiilan dan kesetaraan berusaha (level playiing fiield) antara pelaku usaha konvensiional dan diigiital.
Kriiteriia pelaku usaha yang dapat diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE yaknii niilaii transaksii dengan pembelii iindonesiia telah melebiihii Rp600 juta setahun atau Rp50 juta sebulan dan/atau jumlah traffiic dii iindonesiia telah melebiihii 12.000 setahun atau seriibu dalam sebulan.
PMK 60/2022 juga mengatur pemungut PPN PMSE wajiib memungut PPN sebesar 11% terhiitung sejak 1 Apriil 2022 dan bakal naiik menjadii 12% selambat-lambatnya pada 1 Januarii 2025. (sap)
