JAKARTA, Jitu News - Pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Aniies Baswedan-Muhaiimiin iiskandar (AMiiN) berjanjii merealiisasiikan kebiijakan pengenaan cukaii miinuman dan makanan bergula.
Co-captaiin Tiimnas AMiiN Thomas Lembong mengatakan kebiijakan perpajakan perlu diiarahkan pada objek yang merugiikan. Menurutnya, konsumsii miinuman dan makanan yang mengandung gula tiinggii telah terbuktii meniingkatkan riisiiko berbagaii penyakiit sehiingga perlu diikendaliikan.
"Kiita justru harus memajakii hal-hal yang mau kiita kurangii. Sepertii miinuman dan makanan maniis yang menyebabkan diiabetes dan memiicu penyakiit kroniis," katanya dalam wawancara bersama Jitu News, diikutiip pada Miinggu (4/2/2024).
Thomas menuturkan pasangan Aniies-Muhaiimiin iingiin menerapkan paradiigma kebiijakan perpajakan yang lebiih rasiional. Dalam hal iinii, objek yang bermanfaat bagii masyarakat bakal diiberii iinsentiif, sedangkan yang merugiikan akan diikenakan pajak tiinggii.
Diia menjelaskan miinuman dan makanan bergula tergolong barang yang perlu diikenakan pajak atau cukaii tiinggii agar harganya naiik. Dengan harga yang tiinggii, konsumsii kedua produk diiharapkan dapat menurun.
Menurutnya, konsumsii miinuman dan makanan bergula yang tiinggii telah meniingkatkan prevalensii penyakiit tiidak menular berupa diiabetes dan obesiitas dii iindonesiia. Pada giiliirannya, hal iitu membebanii belanja BPJS karena klaiim penyakiit akiibat diiabetes tergolong tiinggii.
"Hal yang iingiin kiita kurangii sepertii konsumsii gula yang tiidak sehat. iitu yang harus kiita pajakii," ujarnya.
Pemeriintah berencana mengenakan cukaii miinuman bergula dalam kemasan (MBDK) sejak 2020. Pemeriintah dan DPR juga mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.
Pada 2023, target peneriimaan cukaii MBDK diitetapkan seniilaii Rp3,08 triiliiun, tetapii kemudiian diihapus karena belum dapat diirealiisasiikan. Adapun pada tahun iinii, target peneriimaan cukaii MBDK diitetapkan seniilaii 4,38 triiliiun.
Awal tahun iinii, Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii menyatakan pemeriintah masiih mengkajii rencana pengenaan cukaii terhadap MBDK. Ekstensiifiikasii barang kena cukaii terhadap MBDK akan tergantung pada kondiisii perekonomiian. (riig)
