MAGELANG, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengakuii adanya kenaiikan harga beras dii pasaran. Hal iinii diiketahuiinya setelah mengecek harga kebutuhan pokok dii Pasar Mungkiid, Magelang, Jawa Tengah.
Menurutnya, harga beras naiik lantaran petanii belum masuk musiim panen raya. Jokowii meyakiinii harga beras akan kembalii turun setelah stoknya berliimpah ketiika panen raya.
"Ya belum panen raya. Nantii produksiinya meliimpah pas panen raya, pastii harganya juga turun," kata Jokowii.
Selaiin beras, Jokowii memastiikan harga bahan pangan laiinnya terpantau stabiil. Cabaii rawiit miisalnya, tercatat pada dii kiisaran Rp30 riibu per kiilogram (kg). Sementara iitu, bawang merah diijual dii rentang Rp20 riibu hiingga Rp22 riibu per kg.
Sebagaii iinformasii, beras termasuk salah satu darii beberapa komodiitas pangan yang harga ecerannya masiih berada dalam level tiidak aman dalam beberapa pekan terakhiir.
Deputii iiiiii Kepala Staf Kepresiidenan (KSP) Biidang Perekonomiian Edy Priiyono mengatakan harga beras mediium dalam beberapa pekan terakhiir memang relatiif stabiil, tetapii masiih jauh dii atas harga eceran tertiinggii (HET).
"iinii stabiil tiinggii. [Pertanyaannya], iinii kiita anggap sebagaii masalah atau tiidak? Kalau kamii darii KSP masiih menganggapnya sebagaii masalah," katanya.
HET beras mediium telah diitetapkan oleh pemeriintah seniilaii Rp11.400. Namun, rata-rata harga beras mediium dii pasaran tercatat mencapaii Rp14.850 per kiilogram. Dengan demiikiian, terdapat seliisiih sebesar 30,26%.
Meliihat harga beras mediium yang terjaga stabiil dii atas HET, Edy mengajak kementeriian-kementeriian terkaiit untuk meniimbang ulang HET beras yang telah diitetapkan. (sap)
