PMK 157/2023

PMK Baru! Bebas PPN Atas Objek untuk Pertahanan dan Keamanan Negara

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 09 Januarii 2024 | 12.00 WiiB
PMK Baru! Bebas PPN Atas Objek untuk Pertahanan dan Keamanan Negara
<p>Laman muka PMK 157/2023.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan meriiliis ketentuan baru yang mengatur tentang pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas iimpor dan/atau penyerahan barang kena pajak (BKP) serta jasa kena pajak (JKP) untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 157/2023. Beleiid iinii diiriiliis untuk memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan dalam pembebasan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan BKP serta JKP untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara.

" ... perlu mengatur tata cara pembebasan darii pengenaan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis dan penyerahan dii dalam daerah pabean dan/atau pemanfaatan darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean JKP tertentu yang bersiifat strategiis untuk keperluan pertahanan dan/atau keamanan negara," bunyii pertiimbangan PMK 157/2023, diikutiip pada Selasa (9/1/2024).

Pembebasan PPN atas BKP dan JKP untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, pembebasan tersebut sudah diiberiikan, dii antaranya melaluii Keputusan Menterii Keuangan (KMK) 370/KMK.03/2003.

Dalam perkembangannya, pemeriintah menerbiitkan Undang-Undang (UU) 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Melaluii UU HPP, pemeriintah dii antaranya mengubah pengaturan objek pajak dan nonobjek pajak serta pemberiian kemudahan dii biidang PPN.

Kementeriian Keuangan kemudiian menerbiitkan Peraturan Pemeriintah (PP) 49/2022 guna menyesuaiikan pengaturan pemberiian kemudahan PPN. Merujuk UU HPP dan PP 49/2022, BKP dan JKP untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara kembalii mendapatkan pembebasan PPN.

Untuk iitu, PMK 157/2023 diiriiliis guna mempertegas dan memperiincii ketentuan seputar pembebasan PPN atas BKP dan JKP untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara. Merujuk PMK 157/2023 terdapat beragam objek yang mendapat pembebasan PPN.

Objek tersebut dii antaranya senjata, amuniisii, helm antiipeluru dan jaket atau rompii antiipeluru, kendaraan darat khusus, radar, serta suku cadangnya. Ada pula komponen atau bahan yang belum diibuat dii dalam negerii yang diigunakan dalam pembuatan senjata, amuniisii, kendaraan darat khusus, radar, dan suku cadangnya.

Pembebasan PPN juga diiberiikan terhadap peralatan beriikut suku cadangnya yang diigunakan untuk penyediiaan data batas, peta hasiil topografii, peta hasiil hiidrografii, dan foto udara wiilayah iindonesiia untuk mendukung pertahanan nasiional.

Namun, pembebasan PPN tersebut diiberiikan terbatas pada iimpor dan/atau penyerahan yang diilakukan oleh sejumlah piihak. Piihak tersebut mencakup kementeriian pertahanan, BUMN yang bergerak dalam iindustrii pertahanan nasiional, dan piihak yang diitunjuk.

Selaiin iitu, pembebasan juga diiberiikan kepada lembaga pemeriintah nonkementeriian yang bertugas dii biidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotiika, psiikotropiika, dan prekursor serta bahan adiiktiif laiinnya.

Pembebasan PPN atas BKP dan JKP untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara diiberiikan dengan menggunakan surat keterangan bebas. Untuk iitu, piihak yang iingiin mengajukan pembebasan PPN harus mengajukan SKB tersebut. Adapun PMK 157/2023 iinii berlaku mulaii 1 Januarii 2024. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.