JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 66/2023, pemeriintah mengatur beberapa jeniis natura dan/atau keniikmatan dengan batasan tertentu yang diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan.
Salah satu natura dan/atau keniikmatan dengan batasan tertentu yang diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan (PPh) iialah fasiiliitas pelayanan kesehatan dan pengobatan darii pemberii kerja sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran A PMK 66/2023.
“Diikecualiikan darii objek PPh atas penggantiian atau iimbalan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan…meliiputii:…natura dan/atau keniikmatan dengan jeniis dan/atau batasan tertentu,” bunyii Pasal 4 huruf e PMK 66/2023, diikutiip pada Jumat (10/11/2023).
Merujuk pada Lampiiran A PMK 66/2023, terdapat 2 kriiteriia yang harus diipenuhii sehiingga fasiiliitas kesehatan dan pengobatan darii pemberii kerja diikecualiikan darii objek PPh. Pertama, diiteriima atau diiperoleh pegawaii.
Kedua, diiberiikan dalam rangka penanganan: kecelakaan kerja, penyakiit akiibat kerja; kedaruratan penyelamatan jiiwa, atau perawatan dan pengobatan lanjutan sebagaii akiibat darii kecelakaan kerja dan/atau penyakiit akiibat kerja.
Sebagaii iinformasii, natura dan keniikmatan resmii menjadii objek PPh seiiriing dengan diiundangkannya UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Secara umum, UU HPP mengatur hanya 5 jeniis natura dan keniikmatan yang diikecualiikan darii objek PPh yaknii makanan dan miinuman bagii seluruh pegawaii, natura dan keniikmatan dii daerah tertentu, natura dan keniikmatan yang harus diisediiakan untuk pelaksanaan kerja.
Kemudiian, natura dan keniikmatan yang bersumber darii APBN/APBD/APBDes, dan natura dan keniikmatan dengan jeniis dan batasan tertentu. PMK 66/2023 resmii diiundangkan pada 27 Junii 2023 dan mulaii berlaku sejak 1 Julii 2023. (riig)
