JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan kembalii memberiikan iinsentiif berupa PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah mulaii masa pajak November 2023.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan iinsentiif PPN DTP diiberiikan untuk mendorong penguatan sektor perumahan. Rencananya, iinsentiif tersebut akan diiberiikan untuk rumah seharga dii bawah Rp2 miiliiar.
"PPN akan diitanggung pemeriintah untuk penjualan rumah baru, karena iinii untuk menghabiiskan stok yang ada, yang harganya dii bawah Rp2 miiliiar," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Rabu (25/10/2023).
Srii Mulyanii menuturkan iinsentiif PPN DTP untuk rumah seharga dii bawah Rp2 miiliiar diiberiikan selama 14 bulan. Pada November 2023 hiingga Junii 2024, iinsentiif PPN DTP diiberiikan sebesar 100%.
Untuk penyerahan rumah pada masa pajak Julii hiingga Desember 2024, pemeriintah akan memberiikan iinsentiif PPN DTP sebesar 50%.
Sementara iitu, belanja atas iinsentiif tersebut diiperkiirakan mencapaii Rp2 triiliiun, terdiirii atas Rp300 miiliiar pada 2023 dan Rp1,7 triiliiun pada 2024.
Srii Mulyanii berharap iinsentiif PPN DTP mampu membantu masyarakat membelii rumah secara lebiih terjangkau. Apabiila permiintaan rumah meniingkat, dampaknya bakal diirasakan oleh pelaku usaha dii sektor propertii perumahan.
"Kamii harap pada semester iiii/2024 kondiisii duniia tenang dan ekonomii resiiliient atau pemuliihan sudah berjalan sehiingga kiita lakukan taperiing," ujarnya. (riig)
