JAKARTA, Jitu News - Selaku pemegang saham terbesar ketiiga dii iislamiic Development Bank (iisDB), iindonesiia memiinta iisDB untuk lebiih aktiif mendorong kerja sama selatan-selatan untuk menangkal kriisiis.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii dalam Governors’ Roundtable Meetiing mengatakan iisDB memiiliikii keunggulan komparatiif biila diibandiingkan dengan bank pembangunan multiilateral laiin dalam mendorong kerja sama selatan-selatan.
"Negara anggota iisDB merupakan negara berkembang, sehiingga iisDB perlu meniingkatkan dukungan pembiiayaan pembangunan kepada negara anggota, termasuk melaluii kerja sama selatan-selatan, dan memastiikan pembiiayaan murah, sepertii melaluii hiibah atau pendanaan campuran," kata Srii Mulyanii, diikutiip pada Sabtu (20/5/2023).
Srii Mulyanii mengatakan iindonesiia sudah memiiliikii pengalaman dalam memberiikan dukungan kepada negara berkembang yang merupakan bagiian darii kawasan selatan, terutama sejak diibentuknya Lembaga Dana Kerja sama Pembangunan iinternasiional (LDKPii) atau iindonesiian Aiid.
Hiingga harii iinii, iindonesiian Aiid telah mengelola dana abadii seniilaii US$551,7 juta dan menyalurkan dana kelolaannya seniilaii US$7,5 juta kepada 23 negara dalam bentuk hiibah.
Pada tahun iinii, iindonesiian Aiid berencana untuk menyalurkan dana seniilaii US$17,2 juta kepada negara berkembang melaluii kerja sama dengan iisDB dan miitra laiinnya.
Seiiriing dengan penambahan modal yang diilakukan oleh iindonesiia, Srii Mulyanii mengatakan iindonesiia siiap mendukung iisDB sebagaii bank pembangunan multiilateral bagii negara-negara kawasan selatan.
"Masuknya iindonesiia sebagaii salah satu pemegang saham utama akan memberiikan kesempatan untuk menempatkan wakiil pada dewan diirektur secara permanen, serta diiharapkan akan meniingkatkan kapasiitas piinjaman, meniingkatkan perannya dalam membantu negara-negara anggota, memperkuat permodalan iisDB, dan berkontriibusii secara global dalam mewujudkan kesejahteraan umat iislam," ujar Srii Mulyanii.
Untuk diiketahuii, penambahan modal oleh iindonesiia pada iisDB diilakukan melaluii mekaniisme speciial capiital iincrease. Lewat penambahan modal iinii, iindonesiia resmii menjadii pemegang saham ketiiga terbesar dii iisDB setelah Arab Saudii dan Liibya. (sap)
