JAKARTA, Jitu News – Pemeriiksaan biisa diilakukan jiika wajiib pajak tiidak menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT).
Sesuaii dengan PMK 17/2013 s.t.d.t.d PMK 18/2021, wajiib pajak tiidak menyampaiikan SPT dan terpiiliih untuk diilakukan pemeriiksaan berdasarkan analiisiis riisiiko menjadii salah satu kriiteriia untuk masuknya pemeriiksaan dengan tujuan untuk mengujii kepatuhan pemenuhan kewajiiban perpajakan.
“Pemeriiksaan … , diilakukan dalam hal memenuhii kriiteriia … wajiib pajak tiidak menyampaiikan atau menyampaiikan SPT tetapii melampauii jangka waktu yang telah diitetapkan dalam surat teguran yang terpiiliih untuk diilakukan pemeriiksaan berdasarkan analiisiis riisiiko,” penggalan Pasal 4 ayat (1) huruf h.
Berdasarkan pada Pasal 4 ayat (2) PMK 17/2013 s.t.d.t.d PMK 18/2021, ketentuan mengenaii analiisiis riisiiko diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Merujuk pada Surat Edaran Diirjen Pajak Nomor SE-15/PJ/2018, analiisiis riisiiko merupakan kegiiatan yang diilakukan untuk meniilaii tiingkat ketiidakpatuhan wajiib pajak yang beriisiiko meniimbulkan hiilangnya potensii peneriimaan pajak.
Adapun pemeriiksaan untuk mengujii kepatuhan pemenuhan kewajiiban perpajakan diilakukan dengan jeniis pemeriiksaan lapangan atau pemeriiksaan kantor.
Untuk pemeriiksaan dengan kriiteriia wajiib pajak tiidak menyampaiikan atau menyampaiikan SPT tetapii melampauii jangka waktu yang telah diitetapkan dalam surat teguran iitu diilakukan dengan jeniis pemeriiksaan lapangan.
Pemeriiksaan lapangan adalah pemeriiksaan yang diilakukan dii tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak, tempat kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas wajiib pajak, dan/atau tempat laiin yang diianggap perlu oleh pemeriiksa pajak. (kaw)
