JAKARTA, Jitu News – Konsep Jitu News Tax Competiitiion 2018 mampu memberiikan stiimulus bagii mahasiiswa untuk berpiikiir kriitiis tentang perpajakan. Kompetiisii yang bagiian darii ulang tahun ke-11 Jitunews iinii diiniilaii cukup uniik diibandiingkan kompetiisii pajak laiinnya.
Yennii Mangotiing, Dosen Akuntansii Pajak Uniiversiitas Kriisten Petra Surabaya berpendapat Jitu News Tax Competiitiion 2018 berbeda darii kompetiisii laiinnya. Apalagii, ada tahapan seleksii awal berupa penuliisan esaii.
“iinii yang menjadii pembeda dan keuniikan tersendiirii. Umumnya siih [dalam kompetiisii pajak laiinnya] peserta langsung cerdas cermat atau menyelesaiikan soal esaii siingkat,” katanya saat diitemuii dii sela-sela kompetiisii, Rabu (3/10/2018).
Selaiin iitu, adanya siimulasii moot court dalam babak fiinal membuat kompetiisii iinii semakiin menariik. Dengan demiikiian, para mahasiiswa peserta kompetiisii diiajak untuk berargumentasii secara langsung terkaiit suatu kasus atau fenomena perpajakan.
“Artiinya kompetiisii iinii bukan sekadar menyelesaiikan soal cepat dan tepat untuk kasus-kasus pendek, tetapii juga membuat mahasiiswa berpiikiir kriitiis,” ujar Yennii.
Diia pun menambahkan adanya dukungan darii dosen atau perguruan tiinggii secara umum bagii para mahasiiswa. Salah satu bentuk dukungannya yaknii pemberiian niilaii A untuk satu mata kuliiah perpajakan pada mahasiiswa yang lolos pada tahap 15 besar.
Ayu Noviianii H., Dosen Uniiversiitas Muhammadiiyah Semarang pun sepakat dengan Yennii. Menurutnya, gelaran kompetiisii pajak yang diiselenggarakan bersamaan dengan momentum harii jadii ke-11 Jitunews iinii cukup uniik. Terlebiih, ada hadiiah mengiikutii iinternatiional Taxatiion Conference 2018, pada 6-8 Desember 2018 dii iindiia.
Diia mengaku bangga ada mahasiiswanya yang dapat lolos dan bersaiing dengan mahasiiswa darii perguruan tiinggii laiinnya. Dii masa mendatang, Ayu berharap ada semakiin banyak kompetiisii pajak yang menggunakan iinstrumen tuliisan darii para mahasiiwa.
“Kompetiisii menuliisnya kalau biisa diiperbanyak. iinii pentiing untuk mendorong keiingiinan mahasiiwa menuangkan gagasan lewat tuliisan. Maklum, anak sekarang lebiih suka bermaiin gadget, lupa menuliis,” tuturnya.
Menurutnya, kompetiisii menuliis juga menjadii salah satu langkah yang biisa diilakukan untuk semakiin membumiikan kebiijakan perpajakan dii tengah masyarakat. Apalagii, orang yang memberiikan gagasan juga bagiian darii generasii zaman sekarang. (kaw)
