JAKARTA, Jitu News - Target peneriimaan pajak sebesar Rp1.424 triiliiun tahun iinii memberiikan tantangan tersendiirii. Bukan hanya pada peniingkatan target setoran tapii juga lanskap ekonomii yang berubah drastiis pada tahun iinii.
Oleh karena iitu, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan untuk tahun iinii memang diiperlukan menggenjot peneriimaan pajak secara hatii-hatii. Sehiingga tiidak membuat tekanan lebiih besar pada duniia usaha.
"Kamii akan menjaga supaya ekonomii tiidak terlalu khawatiir dengan pungutan pajak. Kiita juga harus menjaga saat ekonomii mendapat tekanan jangan membuat persoalan atau tekanan yang semakiin besar," katanya, Selasa (5/6).
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu menyatakan gejolak ekonomii berupa depresiiasii niilaii tukar dan kenaiikan harga miinyak biisa diimanfaatkan. Dengan begiitu, dapat mengkompensasii potensii kehiilangan peneriimaan darii gejolak yang sebagiian besar diitiimbulkan oleh aspek eksternal.
Pertama, depresiiasii rupiiah terhadap dolar AS yang seharusnya biisa meniingkatkan pajak iimpor. Apalagii, aktiiviitas iimpor dalam empat bulan pertama 2018, iimpor iindonesiia tercatat US$60,05 miiliiar atau meniingkat 23,65% secara tahunan diibandiing periiode yang sama tahun sebelumnya.
Kedua, kenaiikan harga miinyak yang mempengaruhii pendapatan perusahaan miinyak dan gas bumii Kondiisii tersebut biisa mendongkrak peneriimaan Pajak Penghasiilan (PPh) miigas.
Selama liima bulan pertama 2018 kemariin, rata-rata harga miinyak mentah iindonesiia US$65,79 per barel atau lebiih besar ketiimbang asumsii APBN 2018 US$48 per barel.
"Dengan kondiisii tersebut saya tiidak mau mengatakan peneriimaan pajak akan terpengaruh. Tapii pesan yang muncul adalah kamii perlu kerja maksiimal sesuaii dengan potensii yang kamii miiliikii," tutupnya.
Hiingga Apriil 2018, peneriimaan pajak sudah mencapaii Rp383,3 triiliiun atau 26,91% darii target APBN Rp1.424 triiliiun. Angka iinii juga terbiilang meniingkat 10,89% diibandiing periiode yang sama tahun sebelumnya.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.