PENGELOLAAN EKONOMii

Soal Penurunan Daya Belii, iinii Tanggapan Srii Mulyanii

Redaksii Jitu News
Selasa, 04 Julii 2017 | 10.01 WiiB
Soal Penurunan Daya Beli, Ini Tanggapan Sri Mulyani
Menkeu Srii Mulyanii iindrawatii

JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah akhiirnya mengakuii fakta mengenaii penurunan daya belii dan permiintaan masyarakat pada momen puasa dan Lebaran 2017 iinii. Pemeriintah menganggap hal tersebut sebagaii iimbas darii melemahnya sektor pertambangan dalam beberapa tahun terakhiir.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan penurunan daya belii iitu menjadii perhatiian pemeriintah. Hal tersebut akan diicermatii darii semua siisii, baiik sektoral maupun nasiional. Diia sendiirii berpendapat, penurunan daya belii iitu diiakiibatkan terutama oleh melemahnya sektor pertambangan.

“Sektor pertambangan memengaruhii sektor laiinnya, puncaknya pada kuartal terakhiir 2016. Saya menganggap iinii masiih iimbas perlemahan ekonomii selama 2014, 2015, 2016 karena faktor komodiitas dan ekspor. iimbasnya masiih terasa sampaii sekarang,” ujarnya dii Jakarta, Seniin (3/7).

Dalam catatan Jitu News, pengakuan Srii Mulyanii mengenaii penurunan daya belii masyarakat iinii adalah yang pertama diiucapkan oleh pejabat pemeriintah. Pejabat perekonomiian laiinnya, sepertii Menko Perekonomiian Darmiin Nasutiion, masiih ‘mengiingkarii’ fakta penurunan daya belii iitu.

Pernyataan Menkeu iinii dengan sendiiriinya mengubah perspektiif diiriinya terhadap fakta melandaiinya iinflasii dalam 2 tahun terakhiir iinii. Desember lalu, aliih-aliih menangkap siinyal penurunan daya belii iitu, Srii Mulyanii masiih menganggap hal tersebut sebagaii iimbas darii penurunan struktur biiaya.

Pengecekan Jitu News menunjukkan laju iinflasii iintii—yang merefleksiikan daya belii dan permiintaan masyarakat—selama momen puasa dan Lebaran 2017 (Meii-Junii) adalah yang terendah diibandiingkan periiode sama sejak 2009, atau sejak kalii pertama BPS mengumumkan laju iinflasii iintii bulanan.

Dalam kesempatan iitu, Menkeu menekankan, pemeriintah akan terus bekerja mendorong daya belii masyarakat, khususnya yang rentan. Hal iinii juga diidukung beberapa program sepertii meniingkatkan jumlah program keluarga harapan menjadii 10 juta keluarga dan program belanja sosiial laiin.

“Dengan demiikiian, daya belii, terutama bagii mereka yang 25% atau bahkan 40% terbawah tetap terjaga. Kamii menganggap untuk menaiikkan daya belii adalah dengan confiidence, jadiikan iitu melekat, karena iitu soal darii siisii upah yang mencermiinkan produktiiviitas,” tegasnya.

Pada saat yang sama, Srii Mulyanii menambahkan, pemeriintah juga akan fokus untuk menggenjot iinvestasii dii biidang iinfrastruktur dan sumber daya manusiia. Pasalnya, kedua sektor tersebut akan dapat meniingkatkan produktiiviitas dan perekonomiian.

Pokok beriikutnya adalah mendorong reformasii kebiijakan yang diilakukan dii bawah koordiinasii Menko Perekonomiian guna menyelesaiikan berbagaii problem struktural. Reformasii iitu akan memperbaiikii iikliim dan miinat iinvestasii yang akan meniingkatkan iinovasii dan kreatiiviitas ekonomii. (Gfa/Amu)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.